BONE,KLIKWARTA.ID — Masa depan sepak bola Kabupaten Bone tidak cukup hanya mengandalkan bakat. Tanpa kompetisi, latihan berkelanjutan, pelatih, mental bertanding dan fasilitas yang memadai, talenta-talenta muda berisiko berhenti sebagai pemain berbakat di tingkat lokal.
Pesan itulah yang mengemuka saat Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., menutup Turnamen Sepak Bola Masseddie Cup di Lapangan Masseddie, Desa Manera, Kecamatan Salomekko, Jumat (11/9/2026).
Bukan Sekadar Mengejar Trofi
Partai final mempertemukan SD 261 Tarasu dan Kajuara Muda. Duel berlangsung ketat hingga waktu normal berakhir dengan skor 2-2.
Juara kemudian ditentukan melalui adu penalti. Kajuara Muda berhasil keluar sebagai pemenang setelah unggul dalam drama tos-tosan.
Sementara itu, perebutan tempat ketiga mempertemukan Tonra Muda dengan tuan rumah Masseddie. Tonra Muda tampil dominan dan mengamankan posisi ketiga setelah menang telak 5-0.
Panitia menyiapkan total hadiah Rp2,5 juta. Di luar hadiah turnamen tersebut, Andi Akmal juga memberikan bonus Rp3 juta kepada empat tim yang berlaga serta panitia pelaksana.
Namun, bagi AAP, nilai terbesar Masseddie Cup bukan semata hadiah dan gelar juara. Kompetisi menjadi pintu masuk pembinaan.
AAP: Bakat Harus Ditempa Sejak Dini
Andi Akmal mengapresiasi penyelenggaraan Masseddie Cup karena memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk merasakan atmosfer pertandingan sejak usia dini.
Ia menilai pembinaan kelompok umur harus menjadi fondasi jika Bone ingin melahirkan pesepak bola yang mampu bersaing pada level lebih tinggi.
“Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama menghadiri penutupan Turnamen Sepak Bola Masseddie Cup yang mempertandingkan anak usia dini. Semoga ini menjadi awal untuk mencari bibit-bibit berbakat sehingga nantinya bisa menjadi atlet ke depan,” ucap Andi Akmal.
Menurutnya, kemampuan atlet tidak lahir secara instan. Seorang pemain membutuhkan latihan yang panjang, pengalaman bertanding, kedisiplinan serta pembinaan yang dilakukan secara konsisten.
Karena itu, kemenangan maupun kekalahan tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan dalam kompetisi usia dini.
“Kalah menang itu biasa. Ini merupakan hasil dari latihan yang panjang,” jelasnya.
Pesan tersebut menempatkan kompetisi usia dini bukan sekadar arena mencari juara, tetapi sebagai tahap awal perjalanan seorang anak menuju atlet berprestasi.
Fasilitas Jadi Penopang Jalur Pembinaan
Dorongan terhadap pembinaan sepak bola Bone Selatan juga diikuti dengan pembangunan fasilitas olahraga.
Andi Akmal menyampaikan bahwa pembangunan lapangan mini soccer di Kecamatan Salomekko segera rampung.
Fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang latihan sekaligus pusat aktivitas olahraga bagi anak-anak dan generasi muda.
Menurutnya, lapangan itu dibangun dengan standar nasional sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan dan event sepak bola.
Dengan tersedianya fasilitas yang bisa digunakan untuk latihan pada pagi, sore hingga malam hari, kesempatan anak-anak untuk berlatih diharapkan semakin terbuka.
“Atas nama Pemerintah Daerah Bone, kami sangat mengapresiasi kegiatan yang melibatkan anak-anak usia dini. Ini merupakan awal dari pembinaan kelompok umur dan pembinaan jangka panjang ke depan,” katanya.
Masseddie Cup Jangan Berhenti pada Kompetisi
Andi Akmal turut menyampaikan apresiasi kepada panitia, klub, pelatih, orang tua pemain dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan turnamen.
Ia berharap Masseddie Cup tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi berkembang menjadi bagian dari ekosistem pembinaan sepak bola yang konsisten dan berkelanjutan.
Sebab, menemukan anak yang memiliki bakat bermain sepak bola hanyalah tahap awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan bakat tersebut mendapatkan latihan yang tepat, kompetisi yang cukup, pendampingan pelatih, dukungan keluarga dan fasilitas olahraga yang memadai.
Jika seluruh unsur itu berjalan bersama, jalur pembinaan atlet muda Bone akan semakin kuat.
Dari lapangan Masseddie, sebuah perjalanan panjang dimulai. Bukan sekadar mencari siapa yang menjadi juara hari ini, tetapi menyiapkan siapa yang kelak mampu membawa nama Bone berdiri lebih tinggi di panggung sepak bola. (*)




