BONE,KLIKWARTA.ID — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bone menggelar bakti sosial dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 di UPT Puskesmas Cenrana, Kelurahan Nagauleng, Kecamatan Cenrana, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan mengusung tema “Dokter Mengabdi untuk Negeri: Bersama Mewujudkan Masyarakat Sehat, Mandiri, dan Sejahtera” dan menjadi wujud pengabdian para dokter dalam memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Bakti sosial tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Hingga pelaksanaan kegiatan, sekitar 300 warga telah mendaftar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, dan jumlah tersebut diperkirakan masih bertambah.
Ketua Panitia, Dr. Syahrun, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemeriksaan dan konsultasi kesehatan, tetapi juga mencakup deteksi dini penyakit, skrining tuberkulosis (TB), edukasi kesehatan, serta penyuluhan oleh dokter spesialis.
IDI Bone menghadirkan sejumlah layanan spesialis, di antaranya mata, THT, penyakit dalam, saraf, paru, kedokteran jiwa, serta obstetri dan ginekologi (obgyn), termasuk pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil.
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 70 tenaga dokter, yang terdiri atas 53 dokter umum dan 23 dokter spesialis. Kehadiran tenaga medis dari berbagai bidang diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih komprehensif kepada masyarakat Cenrana.
Ketua IDI Cabang Bone, Dr. Muh. Nur Abadi, M.Kes., Sp.An-TI, Subsp.M.N (K), mengatakan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari nilai dan semangat profesi dokter.
Menurutnya, dokter harus terus hadir di tengah masyarakat, termasuk di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan dokter spesialis.
“Semangat pengabdian dokter kepada masyarakat harus terus kita jaga. Dokter harus hadir memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia pun menjelaskan, kegiatan bakti sosial tersebut menjadi salah satu langkah IDI Bone dalam membantu menjawab tantangan pemerataan pelayanan kesehatan. Kegiatan serupa juga sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah wilayah Kabupaten Bone.
Camat Cenrana turut menyampaikan apresiasi kepada IDI Bone, panitia, serta seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai kehadiran para tenaga kesehatan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Drg. Yusuf. Menurutnya, bakti sosial tersebut menjadi kesempatan penting bagi masyarakat Cenrana sekaligus mendukung upaya pemerintah memperluas akses pelayanan kesehatan hingga wilayah dengan tantangan geografis.
Ia mengungkapkan, Kabupaten Bone masih membutuhkan tambahan tenaga dokter. Berdasarkan analisis beban kerja, kebutuhan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 20 dokter.
Karena itu, menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi seperti IDI sangat diperlukan untuk memperkuat pelayanan kesehatan, terutama di wilayah yang relatif sulit dijangkau.
Wabup Dorong Jadi Program Tahunan
Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., mengapresiasi langkah IDI Cabang Bone yang menghadirkan puluhan dokter umum dan dokter spesialis untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat dikembangkan menjadi program yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
“23 spesialis dan kurang lebih 70 dokter. Ini program yang perlu kita dukung. Oleh karena itu, kami berharap ke depan menjadi program tahunan,” kata Andi Akmal.
Wabup juga mendorong Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Kesehatan dan rumah sakit untuk mengalokasikan dukungan anggaran bagi pelaksanaan kegiatan serupa secara berkelanjutan.
Menurutnya, wilayah seperti Cenrana, Bontocani, dan Tellu Limpoe perlu mendapat perhatian lebih karena tantangan geografis dapat memengaruhi kemudahan masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan.
Andi Akmal menegaskan, kesehatan merupakan kebutuhan dasar sekaligus fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini perlu terus diperkuat agar pemerintah memiliki data mengenai pola penyakit di setiap wilayah.
Data tersebut, kata dia, dapat menjadi dasar dalam menyusun kebijakan dan menentukan prioritas penganggaran sektor kesehatan.
Selain memperluas pelayanan, Wabup juga menekankan pentingnya memberikan perhatian terhadap tenaga kesehatan, termasuk dokter dan dokter spesialis yang bersedia bertugas di wilayah terpencil.
Ia mendorong adanya kebijakan yang dapat memberikan apresiasi dan insentif yang lebih baik bagi tenaga medis yang mengabdi di daerah dengan keterbatasan akses.
Menutup sambutannya, Andi Akmal mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk terus memberikan pelayanan dengan penuh ketulusan dan tanpa membeda-bedakan masyarakat.
Ia berharap sinergi antara Pemkab Bone, IDI, rumah sakit, puskesmas, dan seluruh pemangku kepentingan kesehatan semakin kuat sehingga pelayanan kesehatan yang merata, berkeadilan, dan mudah diakses dapat dirasakan seluruh masyarakat Kabupaten Bone. (*)








