BONE,KLIKWARTA.ID — Kebakaran melanda tiga unit rumah warga di Dusun Padaelo, Desa Lattekko, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 15.15 WITA.
Satu rumah warga lainnya turut terdampak dalam peristiwa yang terjadi saat memasuki waktu Ashar tersebut.
Dua rumah panggung yang terbakar masing-masing milik Mayang (80) dan Asma (35), serta Hj. Johareng. Sementara satu rumah semi permanen milik H. Muhammad Ali juga terbakar. Adapun rumah panggung milik Hj. Andi Nurcaya mengalami dampak akibat kebakaran.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone menerima laporan kejadian pada pukul 15.19 WITA. Personel Regu I UPT Damkar Wilayah Ajangale Posko Sektor Tellu Siattinge langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan satu unit armada penyiram.
Penanganan kemudian diperkuat dengan satu unit armada penyiram dari Posko Emergency Center, dua armada penyiram dan penyuplai, serta satu ambulans dari Tim PSC Emergency Center.
Kapolsek Tellu Siattinge bersama personel kepolisian dan Babinsa turut berada di lokasi untuk membantu proses penanganan dan pengamanan.
Kabid Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone, Ir. Akbar, yang berada langsung di lokasi kejadian, mengatakan kesigapan petugas menjadi salah satu faktor penting sehingga api dapat segera dikuasai dan tidak merambat ke rumah warga lainnya.
“Dengan kesigapan petugas Damkar yang mengerahkan empat unit armada, api berhasil dipadamkan pada 20 menit pertama setelah petugas tiba di lokasi,” jelasnya.
Setelah kobaran api berhasil dikuasai, petugas melanjutkan proses penyiraman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Proses pendinginan berlangsung sekitar 90 menit.
Dalam kejadian tersebut, seorang penyandang disabilitas atas nama Asma mengalami luka bakar pada bagian kaki serta lepuhan pada beberapa bagian kulit. Korban kemudian dievakuasi dan dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, kerugian materiil sementara ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta. Nilai kerugian tersebut masih dalam pendataan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Berkat kesigapan dan sinergi petugas Damkar bersama kepolisian, TNI, Tim PSC, serta masyarakat, kobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak merambat ke rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi.
Api dinyatakan padam dan situasi aman terkendali setelah seluruh rangkaian pemadaman dan pendinginan selesai dilakukan. Personel Damkar kemudian meninggalkan lokasi sekitar pukul 16.25 WITA.
Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dan total kerugian materiil masih dalam proses pendataan.
Ir. Akbar mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering.
“Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan sejak dini. Pastikan kompor dan peralatan elektronik dalam keadaan aman sebelum meninggalkan rumah,” imbaunya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan kompor telah benar-benar dalam keadaan mati serta mencabut atau mematikan peralatan elektronik sebelum meninggalkan rumah. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya kebakaran dan melindungi keselamatan keluarga maupun lingkungan sekitar. (*)



