-->

Tanpa Sekat, Bupati Bone Berbaur dengan Pedagang dan Warga di Pasar Lippujannge


BONE,KLIKWARTA.ID — Suasana Pasar Lippujannge, Desa Samaenre, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, tampak ramai pada Sabtu (5/9/2026). Warga datang silih berganti untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.


Di tengah aktivitas jual beli tersebut, tampak Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman hadir dan berbaur langsung dengan masyarakat. Tanpa suasana protokoler yang kaku, ia menyusuri lorong-lorong pasar, menyapa pedagang serta berbincang dengan warga.

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bone itu berlangsung sederhana. Tidak terlihat rombongan besar maupun pengawalan yang mencolok. Bupati memilih menikmati suasana pasar dan berinteraksi dengan masyarakat sebagaimana warga pada umumnya.

Sesekali, ia berhenti di sejumlah lapak pedagang. Ikan menjadi salah satu barang yang dibelinya. Selain itu, ia juga membeli sayuran dan sejumlah kebutuhan lainnya. Bahkan, Bupati Bone menyempatkan diri melihat pakaian yang dijajakan para pedagang.

“Pasar tradisional adalah bagian penting dari kehidupan masyarakat. Di sini kita bisa melihat langsung bagaimana aktivitas ekonomi masyarakat berjalan, sekaligus mendengar apa yang menjadi kebutuhan dan harapan mereka,” kata H. Andi Asman Sulaiman.

Aktivitas tersebut membuat suasana pasar semakin akrab. Sejumlah warga yang berpapasan tidak melewatkan kesempatan untuk menyapa dan berdialog langsung dengan Bupati Bone.

Percakapan berlangsung santai. Berbagai hal menjadi bahan pembicaraan, mulai dari aktivitas perdagangan hingga kondisi kehidupan masyarakat. Interaksi tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Bupati untuk mendengar secara langsung cerita, kebutuhan, serta aspirasi warga.

Bagi masyarakat, kehadiran kepala daerah di ruang-ruang publik seperti pasar memiliki makna tersendiri. Kehadiran pemimpin secara langsung dinilai dapat membangun kedekatan, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi yang mereka hadapi tanpa sekat.

Pasar tradisional pun tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya transaksi jual beli. Di tempat inilah denyut ekonomi masyarakat terlihat secara nyata. Pedagang menggantungkan penghasilan dari barang dagangan yang mereka jual, sementara masyarakat memenuhi kebutuhan keluarga.

Kehadiran H. Andi Asman Sulaiman di Pasar Lippujannge memperlihatkan sisi lain kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat. Berbelanja, menyapa, berbincang, dan mendengarkan warga menjadi bagian dari interaksi sederhana di tengah aktivitas pasar.

Di tengah hiruk-pikuk Pasar Lippujannge, kepemimpinan hadir bukan semata melalui seremoni dan jarak, tetapi melalui kemauan untuk turun langsung, menyapa, mendengar, dan melihat kehidupan masyarakat dari dekat. (*)

Komentar

Berita Terkini