—- Kobaran api yang melanda dua rumah warga di Lapecce, Kelurahan Panyula, berhasil dikuasai dengan cepat berkat kesigapan petugas Damkar dan dukungan lintas instansi.
BONE — Kebakaran melanda dua rumah warga di wilayah Lapecce, Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Selasa (11/8/2026) malam. Berkat kesigapan petugas pemadam kebakaran dan dukungan lintas instansi, kobaran api berhasil dikuasai sebelum merambat ke rumah warga di sekitarnya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WITA. Dua rumah yang terdampak masing-masing merupakan rumah panggung milik Suardi (40) dan rumah semi permanen milik Rusli (43).
Hingga penanganan selesai, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut, sementara kerugian material masih dalam proses pendataan.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone menerima laporan kebakaran pada pukul 19.33 WITA. Personel Peleton/Regu I UPT Damkar Wilayah Tanete Riattang langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan armada pemadam kebakaran.
Sebanyak empat unit armada Damkar dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Penanganan juga diperkuat satu unit armada penyuplai air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone serta satu unit ambulans Puskesmas Bajoe.
Kabid Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone, Ir. Akbar, yang berada langsung di lokasi mengatakan, kesigapan petugas membuat kobaran api dapat segera dikendalikan.
“Dengan kesigapan petugas Damkar yang mengerahkan empat unit armada dan dibantu satu unit armada penyuplai dari BPBD, api berhasil dipadamkan pada 10 menit pertama setelah petugas tiba di lokasi,” jelas Akbar.
Setelah kobaran api berhasil dikuasai, petugas melanjutkan proses penyiraman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Proses pendinginan berlangsung sekitar dua jam. Petugas memastikan titik-titik yang berpotensi kembali memunculkan api telah dalam kondisi aman sebelum meninggalkan lokasi.
Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi kendala berupa kondisi akses jalan menuju lokasi yang cukup sempit. Kondisi tersebut sedikit menghambat pergerakan dan rotasi armada, terutama ketika kendaraan harus melakukan pengisian ulang air.
Meski demikian, kendala tersebut tidak menghambat upaya pemadaman secara keseluruhan. Sinergi lintas instansi menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan kebakaran.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan bersama BPBD, Satpol PP, Kepolisian/Brimob, TNI, serta masyarakat bahu-membahu melakukan pemadaman dan penyelamatan di sekitar lokasi.
Kolaborasi tersebut berhasil mencegah kobaran api merambat ke rumah-rumah warga lainnya yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
Setelah melalui proses pemadaman dan pendinginan, api dinyatakan padam dan situasi di lokasi aman terkendali. Personel Damkar kemudian meninggalkan lokasi pada pukul 21.36 WITA.
Imbauan Tingkatkan Kewaspadaan
Dihubungi secara terpisah, Plt. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama yang bersumber dari aktivitas rumah tangga dan penggunaan peralatan listrik.
Masyarakat diminta memastikan kompor telah dalam keadaan mati serta mencabut atau mematikan peralatan elektronik sebelum meninggalkan rumah.
Langkah sederhana tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya pencegahan kebakaran sejak dini.
“Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan sejak dini. Pastikan kompor dan peralatan elektronik dalam keadaan aman sebelum meninggalkan rumah,” imbaunya.
Peristiwa kebakaran ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat serta kesiapsiagaan petugas dalam merespons setiap kejadian kebakaran. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah kebakaran meluas dan meminimalkan risiko korban maupun kerugian yang lebih besar. (*)


