Sersan Taruna Andi Muh Asmar Sulhadi, putra sulung Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, menjadi bagian dari rombongan Taruna Akademi Militer yang akan menjalankan program Taruna Bhakti di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Bone. Program tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat melalui pengabdian langsung di tengah masyarakat.
BONE,KLIKWARTA.ID – Suasana hangat menyelimuti Rumah Jabatan Bupati Bone, Sabtu (1/8/2026). Pemerintah Kabupaten Bone menerima kedatangan rombongan Taruna Akademi Militer yang akan melaksanakan program Taruna Bhakti di wilayah Kodim 1407/Bone, jajaran Kodam XIV/Hasanuddin, pada 3–7 Agustus 2026.
Di antara para taruna yang hadir, terdapat Sersan Taruna Andi Muh Asmar Sulhadi, putra sulung Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., yang turut ambil bagian dalam program pengabdian tersebut.
Bersama taruna lainnya, ia dijadwalkan menjalankan berbagai kegiatan sosial, edukatif, dan pembinaan masyarakat di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Bone.
Rombongan Taruna Akademi Militer disambut langsung oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bone Hj. Maryam Andi Asman. Prosesi penyambutan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bone, Kasdim 1407/Bone, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, anggota DPRD, Staf Ahli Bupati, para Asisten Setda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pasi Intel Kodim 1407/Bone, serta Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Bone.
Penerimaan tersebut menjadi simbol eratnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bone dan TNI dalam mendukung pembinaan calon pemimpin bangsa. Lebih dari sekadar seremoni, momentum itu menegaskan komitmen bersama membangun karakter kepemimpinan yang berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Andi Asman Sulaiman menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh Taruna Akademi Militer yang akan mengabdikan diri di Kabupaten Bone melalui program Taruna Bhakti.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wahana strategis bagi para calon perwira TNI untuk mengimplementasikan ilmu kepemimpinan yang diperoleh selama pendidikan sekaligus memahami dinamika kehidupan masyarakat secara langsung.
“Pengabdian kepada masyarakat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembentukan karakter seorang pemimpin. Melalui Taruna Bhakti, para taruna tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di akademi, tetapi juga belajar membangun empati, komunikasi, dan semangat melayani masyarakat,” jelas Andi Asman.
Ia menambahkan, interaksi langsung dengan masyarakat akan menjadi pengalaman berharga yang membentuk kepekaan sosial para taruna sebelum nantinya mengemban amanah sebagai perwira TNI.
“Melalui kegiatan ini, para taruna dapat belajar langsung berinteraksi dengan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” lanjutnya.
Program Taruna Bhakti akan dipusatkan di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Bone selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Agustus 2026. Selama pelaksanaan, para taruna akan mengikuti berbagai kegiatan yang berfokus pada pembinaan masyarakat, penguatan wawasan kebangsaan, pendidikan karakter, serta aktivitas sosial dan edukatif.
Bagi Kabupaten Bone, kehadiran para Taruna Akademi Militer diharapkan menjadi energi positif dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat. Nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, gotong royong, dan kepedulian sosial yang dibawa para taruna diyakini dapat menginspirasi generasi muda sekaligus memperkokoh semangat kebangsaan di daerah.
Lebih dari sekadar agenda pendidikan lapangan, Taruna Bhakti menjadi ruang perjumpaan antara calon pemimpin bangsa dengan masyarakat yang kelak akan mereka layani. Dari Kabupaten Bone, semangat kemanunggalan TNI dan rakyat kembali dipupuk melalui aksi nyata, menghadirkan harapan bahwa kepemimpinan yang tangguh lahir dari pengalaman mengabdi, mendengar, dan hadir di tengah kehidupan masyarakat.
Melalui sinergi yang terus diperkuat antara Pemerintah Kabupaten Bone dan TNI, program ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat menuju Bone yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing. (*)












