—- Anak Sekolah Rakyat dari 27 Kecamatan Hadir
BONE,KLIKWARTA.ID — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Bone berlangsung dengan nuansa berbeda. Bukan hanya tentang kemeriahan dan tradisi male, momentum keagamaan itu juga diisi dengan aksi berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Rabu (2/9/2026), ribuan male dan paket sembako dibagikan kepada kaum dhuafa, petugas kebersihan (cleaning service), sopir, hingga anak-anak Sekolah Rakyat. Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman bersama Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Anak Sekolah Rakyat dari 27 Kecamatan Jadi Perhatian
Salah satu yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut ialah anak-anak Sekolah Rakyat.
Mereka secara khusus diundang oleh Bupati Bone untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Anak-anak tersebut berasal dari keluarga kurang mampu dan datang dari berbagai wilayah yang tersebar di 27 kecamatan di Kabupaten Bone.
Kehadiran mereka membuat suasana Maulid semakin bermakna.
Mereka tidak hanya datang sebagai undangan. Anak-anak Sekolah Rakyat menjadi bagian dari pesan kepedulian yang ingin dibangun melalui momentum peringatan Nabi Muhammad SAW tersebut.
Bagi Bupati Bone, semangat berbagi merupakan salah satu bentuk menerjemahkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Kaum Dhuafa hingga Sopir Tak Luput dari Perhatian
Perhatian dalam kegiatan tersebut tidak hanya diberikan kepada anak-anak Sekolah Rakyat.
Kaum dhuafa, petugas kebersihan, hingga sopir yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat juga menerima paket sembako.
Satu per satu paket dibagikan kepada para penerima.
Senyum dan wajah sumringah terlihat saat mereka menerima bantuan dalam suasana Maulid yang penuh keberkahan.
Di sinilah pesan Maulid terasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Peringatan Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian kepada orang-orang yang membutuhkan.
Maulid yang Menghadirkan Kebahagiaan
Bagi anak-anak Sekolah Rakyat, kehadiran dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman tersendiri.
Mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu mendapat kesempatan untuk hadir dan merasakan kebersamaan dalam sebuah peringatan besar di Kabupaten Bone.
Momentum itu sekaligus menunjukkan bahwa perayaan keagamaan dapat menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan tanpa melihat latar belakang masyarakat.
Bupati Andi Asman Sulaiman berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama terus tumbuh di tengah masyarakat.
Sebab, kemeriahan Maulid bukan hanya tentang seberapa besar acara digelar, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan oleh sesama.
Maulid Nabi di Bone akhirnya bukan sekadar tentang ribuan male dan kemeriahan acara. Di baliknya, ada pesan sederhana yang jauh lebih dalam: keteladanan Rasulullah akan terasa ketika kepedulian berubah menjadi tindakan dan kebahagiaan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. (*)



