BONE,KLIKWARTA.ID — Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan harga pangan dan inflasi daerah.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung Kamis, 3 September 2026, mulai pukul 07.30 hingga 09.00 WITA, bertempat di Pasar Sentral Palakka, Jalan M.T. Haryono, Kelurahan Bulu Tempe, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone.
Sediakan Beragam Komoditas dengan Harga Terjangkau
Dalam poster kegiatan yang dirilis Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, sejumlah komoditas pangan ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau bagi masyarakat.
Beberapa di antaranya yakni beras SPHP Rp58.000 per zak, gula pasir Rp15.000 per liter, MinyaKita Rp15.500 per liter, bawang merah Rp15.000 per bungkus, serta aneka cabai Rp5.000 per bungkus.
Selain itu, tersedia pula bawang putih Rp15.000 per bungkus, kemiri Rp5.000 per bungkus, tomat Rp5.000 per bungkus, bubuk kunyit Rp5.000 per bungkus, tempe Rp4.000 per potong, dan tepung terigu Rp10.000 per bungkus.
Untuk kebutuhan protein, masyarakat juga dapat memperoleh daging ayam segar Rp50.000 per ekor, telur asin Rp10.000 per tiga butir, serta telur ayam ras Rp45.000 per rak.
Dinas Ketahanan Pangan juga mengingatkan masyarakat bahwa harga yang tercantum dalam kegiatan tersebut bersifat tentatif dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Jenis komoditas yang tersedia juga dapat beragam sesuai ketersediaan.
Sasarannya Jaga Harga dan Daya Beli Masyarakat
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, A. Zainal Wahyudi mengatakan gerakan pangan murah menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan di tengah dinamika harga komoditas kebutuhan pokok.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.
Gerakan Pangan Murah di Pasar Sentral Palakka ini menjadi momentum bagi masyarakat Bone untuk mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah. (*)
