BONE,KLIKWARTA.ID — Sebuah video berdurasi 53 detik yang memperlihatkan seorang warga pelosok Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, membentangkan bendera Merah Putih sambil menyampaikan isi hatinya viral di media sosial.
Dalam video tersebut, warga itu dengan penuh haru mengungkapkan makna kemerdekaan yang dirasakannya setelah puluhan tahun hidup dengan keterbatasan akses.
“Sejak Belanda pergi, baru sekarang kami merasakan kemerdekaan,” demikian ungkapan warga tersebut dalam video yang beredar di media sosial.
Pernyataan itu bukan dimaksudkan untuk menyalahkan pihak tertentu. Ungkapan tersebut justru menggambarkan realitas kehidupan masyarakat di pelosok Bontocani yang selama bertahun-tahun harus menghadapi akses jalan yang sulit, berlumpur, dan nyaris tidak dapat dilalui ketika musim hujan.
Kondisi tersebut perlahan mulai berubah melalui kepedulian dan gerakan gotong royong yang melibatkan Kapolsek Bontocani AKP Kamaluddin bersama masyarakat. Upaya itu turut mendapat dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bone, Baznas, serta sejumlah pengusaha lokal, di antaranya Surya Indah Bone.
Pembukaan dan perbaikan akses tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau dan terkesan terisolir, kini perlahan menjadi lebih mudah diakses.
Bagi warga pelosok, makna kemerdekaan ternyata bukan sekadar mengibarkan bendera Merah Putih atau memperingati hari kemerdekaan setiap 17 Agustus.
Kemerdekaan juga berarti hadirnya akses jalan yang layak, kemudahan mobilitas, serta terbukanya jalan menuju pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, dan kehidupan yang lebih baik.
Kisah warga Bontocani tersebut menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan akan semakin bermakna ketika pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke pelosok negeri.
Bagi mereka, jalan yang terbuka adalah jalan menuju harapan. (*)