BONE,KLIKWARTA.ID — Persoalan sampah kembali menjadi perhatian serius Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. Senin (31/8/2026), Ia turun langsung menyusuri sejumlah titik di Kelurahan Manurunge, Kota Watampone, untuk melihat kondisi kebersihan lingkungan dari dekat.
Bukan sekadar melihat dari balik meja, Andi Asman memilih turun ke lapangan dan memantau langsung keberadaan sampah yang masih ditemukan di sejumlah lokasi. Patroli tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap persoalan kebersihan sekaligus pesan keras bahwa menjaga lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan.
Bupati menyusuri sejumlah kawasan di Manurunge sambil memantau kondisi lingkungan, termasuk titik-titik yang masih ditemukan sampah. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebersihan kawasan perkotaan sangat berkaitan dengan kenyamanan masyarakat dan kualitas lingkungan.
“Kita ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Kebersihan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat,” kata Andi Asman.
Menurutnya, pemerintah memiliki kewajiban menyediakan sistem dan fasilitas pengelolaan sampah. Namun, upaya tersebut akan sulit maksimal apabila tidak dibarengi kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.
Karena itu, ia mengingatkan warga agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Ruang publik dan saluran air, kata dia, tidak boleh dijadikan lokasi pembuangan sampah.
Kebiasaan membuang sampah sembarangan dinilai bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan apabila dibiarkan.
Andi Asman menegaskan, kebersihan harus dibangun menjadi budaya bersama. Pemerintah, masyarakat, hingga seluruh elemen yang beraktivitas di wilayah perkotaan memiliki peran dalam menjaga lingkungan.
“Kalau lingkungan bersih, masyarakat juga yang merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Pesan Bupati Andi Asman sederhana, tetapi tegas: jangan menunggu pemerintah bergerak untuk peduli terhadap kebersihan. Sebab, lingkungan yang bersih pada akhirnya bukan hanya untuk pemerintah, melainkan untuk masyarakat sendiri.
Patroli di Manurunge menjadi pengingat bahwa persoalan sampah bukan semata perkara siapa yang mengangkutnya, tetapi juga tentang siapa yang memiliki kesadaran untuk tidak membuangnya sembarangan. (*)
