-->

Menteri KP Dorong Generasi Muda Perikanan Jadi Bagian dari Solusi Ekonomi Biru


JAKARTA,KLIKWARTA.ID #SobatBahari — Laut bukan sekadar ruang luas yang membentang di antara pulau-pulau Indonesia. Di tengah keterbatasan lahan daratan, laut memiliki peran strategis dalam menyediakan pangan, menciptakan lapangan kerja, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Namun, potensi tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara optimal apabila ekosistem laut tetap sehat dan dikelola secara berkelanjutan. Karena itu, pembangunan sektor kelautan dan perikanan tidak cukup hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga harus diarahkan pada efisiensi, peningkatan mutu dan nilai tambah, serta keberlanjutan sumber daya.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat memberikan arahan dalam Seminar Nasional dan Kongres XVII HIMAPIKANI di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Jakarta, Selasa (19/8/2026). 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP) I Nyoman Radiarta.

Menteri Trenggono menegaskan bahwa konsep Ekonomi Biru menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masa depan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Konsep tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan yang menempatkan keberlanjutan ekosistem sebagai bagian tidak terpisahkan dari pembangunan ekonomi.

Arah kebijakan tersebut mencakup konservasi laut, penangkapan ikan terukur, budi daya perikanan berkelanjutan, pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, hingga pengurangan sampah plastik di laut.

“Ekonomi Biru” juga mulai diterjemahkan melalui berbagai program strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan, di antaranya pengembangan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), 40.000 lokasi budi daya ikan darat tematik, revitalisasi tambak Pantai Utara Jawa (Pantura), modernisasi kapal perikanan, pengembangan industri garam, serta pembangunan tambak udang terintegrasi.

Menurutnya, berbagai kebijakan tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, inovatif, dan mampu menerjemahkan pengetahuan menjadi aksi nyata di lapangan.

Karena itu, mahasiswa perikanan memiliki posisi strategis dalam mendukung transformasi sektor kelautan dan perikanan. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan riset, pemanfaatan teknologi, pengembangan kewirausahaan, serta keberanian menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat kelautan dan perikanan.

“Jadilah bagian dari solusi, dengan menghadirkan gagasan, inovasi, dan keberanian!” pesan Menteri Trenggono kepada Taruna dan Taruni Ocean Institute of Indonesia (OII).

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan kelautan dan perikanan membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keberanian untuk terlibat langsung dalam menjawab tantangan di lapangan.

Melalui pendidikan, riset, inovasi, dan kolaborasi, generasi muda perikanan diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang produktif, berdaya saing, sekaligus tetap menjaga kesehatan ekosistem laut. (*)

Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

#SobatBahari #KKPGOID #SaktiWahyuTrenggono #SDMKP #SDMUnggul #OII #PendidikanKP #EkonomiBiru #HIMAPIKANI #KelautanDanPerikanan

Komentar

Berita Terkini