—- Doakan Yuli Nofita Sari dan Akri Mulki
BONE,KLIKWARTA.ID — Lembaran baru kehidupan segera dijalani Yuli Nofita Sari (29), staf DPRD Bone. Menjelang pernikahannya dengan Akri Mulki, Yuli menjalani prosesi mappacci, tradisi adat Bugis yang sarat makna, doa, dan harapan bagi calon pengantin.
Prosesi mappacci digelar di Kabupaten Bone, Kamis (27/8/2026) malam, dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Di antara keluarga dan kerabat, hadir pula Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), yang datang memberikan doa restu kepada calon pengantin.
BupAAS hadir mengenakan batik dan kopiah hitam. Ia didampingi Ketua PAN Bone, Andi Wahyudi Taqwa.
Kehadiran Bupati Bone menambah kehangatan suasana. BupAAS terlihat berbincang santai dengan Yuli yang malam itu tampil anggun mengenakan busana berwarna merah muda.
Bagi Yuli, mappacci menjadi momentum penting sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Tradisi tersebut menjadi simbol penyucian diri sekaligus ungkapan doa dan harapan agar calon pengantin dapat menjalani kehidupan baru dengan hati yang bersih dan niat yang baik.
Sebelumnya, Yuli telah menjalani prosesi mappettu ada atau lamaran di kediamannya di Jalan Lapawawoi, Kota Watampone, Kamis (30/7/2026).
Yuli akan dipersunting Akri Mulki, putra Kepala Desa Bulumpare, Kecamatan Awangpone, H. Muin.
Doakan Pernikahan Yuli dan Akri
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bone menyampaikan doa agar seluruh rangkaian menuju pernikahan Yuli dan Akri berjalan lancar. Ia berharap keduanya dapat membangun rumah tangga yang harmonis dan penuh keberkahan.
“Yang terpenting malam ini adalah kebahagiaan. Kita semua tentu mendoakan semoga Yuli dan Akri diberikan kelancaran sampai hari pernikahan dan nantinya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” ucap Andi Asman Sulaiman.
Ia juga mendoakan agar kehidupan rumah tangga pasangan tersebut senantiasa dipenuhi ketenangan, kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan.
“Semoga apa yang menjadi harapan dan cita-cita mereka berdua bisa terwujud. Mudah-mudahan rumah tangganya selalu diberikan ketenangan, kebahagiaan, kesehatan dan keberkahan,” harapnya.
Menurutnya, setiap orang memiliki perjalanan hidup masing-masing. Karena itu, momentum mappacci menjadi kesempatan bagi Yuli untuk menatap masa depan dengan penuh optimisme.
“Setiap orang punya perjalanan hidup masing-masing. Hari ini kita melihat Yuli memasuki fase baru dalam kehidupannya. Mari kita doakan yang terbaik untuknya,” jelas Bupati Bone.
Yuli sebelumnya sempat menjadi perhatian publik terkait laporan dugaan penganiayaan yang menyeret Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong.
Namun, suasana malam itu berbeda. Prosesi mappacci berlangsung dalam nuansa kekeluargaan, dengan keluarga, kerabat, dan orang-orang terdekat hadir memberikan dukungan serta doa.
Mappacci menjadi ruang bagi Yuli untuk menatap masa depan dan menyambut fase baru kehidupannya bersama orang yang dicintainya.
Kehadiran Bupati Bone sekaligus menjadi bentuk perhatian dan doa bagi Yuli dan Akri. Di tengah tradisi adat yang penuh makna itu, keduanya bersama keluarga menyambut perjalanan baru dengan harapan kehidupan rumah tangga yang dibangun kelak senantiasa diliputi kebahagiaan dan keberkahan. (*)





