-->

Dari Dasadharma ke Ketahanan Pangan, Pesan Bupati Bone untuk Generasi Pramuka


BONE,KLIKWARTA.ID – Lapangan Maroanging, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, menjadi saksi semangat ratusan anggota Pramuka dalam Apel Besar Hari Pramuka ke-65, Jumat (14/8/2026).

Memimpin langsung apel tersebut, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa Gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler. Menurutnya, Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Bupati Bone mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan Hari Pramuka di Kecamatan Sibulue dengan baik dan lancar.

“Alhamdulillah, telah melaksanakan sesuai dengan rencananya. Lancar pelaksanaannya,” ucap Andi Asman Sulaiman.


Ia berharap keberadaan bumi perkemahan dan lapangan umum tidak hanya menjadi ruang berkegiatan, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya generasi Bone yang tangguh.

“Harapan kita melahirkan generasi ke depannya, yaitu Pramuka yang ada, Pramuka yang hebat, berdisiplin, berkarakter, berjiwa pemimpin,” harapnya.

Dasadharma Harus Dihayati, Bukan Sekadar Dihafalkan

Dalam kesempatan tersebut, Andi Asman menekankan pentingnya pemahaman terhadap nilai-nilai dasar kepramukaan, khususnya Dasadharma.

Ia mengingatkan agar sepuluh nilai Dasadharma tidak berhenti sebatas hafalan ketika mengikuti kegiatan Pramuka. Nilai tersebut harus dibaca berulang-ulang, dihafalkan, dihayati, dan dipahami maknanya agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang sepuluh itu harus dibaca ulang-ulang dan dihafal berulang-ulang. Tidak terlalu banyak. Dihafal dan dihayati, kemudian tahu maknanya dari satu sampai sepuluh,” ingatnya.


Menurutnya, pemahaman terhadap Dasadharma akan memperkuat pembentukan karakter generasi muda sehingga nilai-nilai kepramukaan benar-benar melekat dalam sikap dan perilaku mereka.


Bupati Bone juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Hari Pramuka di Kecamatan Sibulue yang dinilainya telah dipersiapkan dengan baik.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Camat Sibulue beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), para pembina, Mabikas, serta seluruh anggota Pramuka yang telah membangun komunikasi dan kerja sama dalam menyukseskan kegiatan tersebut.


“Pelaksanaannya cukup siap dan mungkin di antaranya terbaik,” ungkapnya.

Pramuka Didorong Jadi Penggerak Ketahanan Pangan

Selain pembentukan karakter, Bupati Bone juga membawa pesan penting mengenai ketahanan pangan. Mengusung semangat Pramuka Membangun Ketahanan Pangan, ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni peringatan Hari Pramuka.

Andi Asman mendorong agar gerakan ketahanan pangan didelegasikan hingga tingkat desa, dusun, kelompok tani, dan kelompok wanita tani.


“Itu harus kita delegasikan sampai ke tingkat desa dan kelurahan. Bekerja sama desa dan kecamatan sampai ke tingkat dusun dan kelompok tani dan kelompok wanita tani yang ada di desa-desa ini,” jelasnya.

Menurutnya, pendidikan ketahanan pangan dapat dimulai sejak usia sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka. Karena itu, ia mendorong agar para anggota Pramuka setelah kembali ke sekolah mulai dikenalkan dengan kegiatan bercocok tanam.

“Adik-adik Pramuka setelah berpramuka kembali ke sekolah, kita konsentrasi bagaimana agar peran ekstrakurikulernya itu belajar tentang bercocok tanam,” ungkapnya.

Ia menilai, pengalaman langsung menanam tanaman pangan akan membuat anak-anak memahami proses produksi pangan, bukan hanya mengenal hasilnya.


“Jangan cuma hanya makan tomat, pohonnya tidak tahu. Makan cabai, pohonnya tidak tahu. Makan terong, pohonnya tidak tahu,” ujarnya.

Karena itu, para pelajar didorong untuk mengenal berbagai tanaman pangan sejak dini melalui praktik langsung, seperti menanam terong, cabai, dan tomat.

“Jadi harus kita kenali dia dengan sejak awal dengan menanam terong, menanam cabai, menanam tomat. Itu yang kita harapkan,” sambungnya.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka diharapkan memiliki peran lebih luas, tidak hanya dalam pembentukan karakter, tetapi juga dalam menumbuhkan keterampilan praktis dan kesadaran terhadap lingkungan serta ketahanan pangan.

Dari Lapangan Maroanging, semangat Hari Pramuka ke-65 kembali ditegaskan: membentuk generasi muda yang berkarakter melalui penghayatan Dasadharma sekaligus menanamkan kepedulian terhadap pangan melalui kegiatan bercocok tanam.

Sebab, mengenal pangan bukan hanya tentang mengetahui apa yang dikonsumsi, tetapi juga memahami bagaimana pangan tumbuh, dirawat, dan dihasilkan.

Dari tangan anak-anak Pramuka yang belajar menanam hari ini, diharapkan tumbuh generasi Bone yang lebih mandiri, berkarakter, memiliki keterampilan, serta siap menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah di masa depan. (*)

Komentar

Berita Terkini