BONE,KLIKWARTA.ID — Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman mengungkap sejumlah strategi pemerintah dalam menghadapi ancaman fenomena El Nino yang berpotensi berdampak terhadap sektor pertanian, khususnya ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Salah satu langkah utama yang dilakukan pemerintah yakni memperkuat program pompanisasi dengan mendistribusikan pompa ke berbagai daerah yang mengalami kekeringan.
Hal tersebut disampaikan Amran usai mengikuti kegiatan jalan santai dan senam bersama dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Mappasangka, Kecamatan Ponre, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung meriah. Desa Mappasangka bergemuruh oleh kehadiran masyarakat yang antusias menyemarakkan momentum peringatan kemerdekaan.
Amran tampak hadir mengenakan pakaian olahraga berwarna merah, dipadukan dengan topi dan celana hitam serta sepatu olahraga.
Usai kegiatan, ia menyampaikan pemerintah telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi ancaman El Nino jauh sebelum fenomena tersebut terjadi.
Menurut Amran, Indonesia sebelumnya telah melewati sejumlah periode El Nino, di antaranya pada 2016, 2023, dan 2024.
“Alhamdulillah kita lewat dengan baik,” kata Amran saat ditemui awak media.
Ia menjelaskan, pengalaman menghadapi El Nino sebelumnya menjadi modal bagi pemerintah untuk memperkuat langkah antisipasi. Berbagai program disiapkan agar produksi pertanian tetap berjalan meski sejumlah wilayah berpotensi mengalami kekeringan.
Pemerintah, dikatakan Amran, telah menyiapkan pompa, melakukan perbaikan jaringan irigasi, serta menyediakan benih dan bibit unggul bagi petani.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program optimalisasi lahan atau opland untuk mendukung pengembangan dan peningkatan produktivitas lahan pertanian, khususnya di kawasan rawa. “Pompa kita, seluruh daerah kekeringan kita kirim pompa,” tegasnya.
Amran mengungkapkan, selama dua tahun terakhir pemerintah telah mendistribusikan sekitar 150 ribu unit pompa ke berbagai daerah.
Menurutnya, jumlah tersebut menjadi salah satu distribusi pompa terbesar yang pernah dilakukan pemerintah dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Penguatan pompanisasi diharapkan dapat membantu petani mendapatkan sumber air alternatif ketika curah hujan menurun, sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan di tengah ancaman perubahan iklim.
Pemerintah pun terus mendorong berbagai langkah mitigasi agar potensi El Nino tidak sampai mengganggu produktivitas pertanian dan ketersediaan pangan nasional. (*)

