-->

Belajar dari Bali, Bupati Bone Siapkan Langkah Percepatan Hilirisasi Ayam Terintegrasi

BALI,KLIKWARTA.ID – Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS) melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bali, Jumat (21/8/2026), untuk melihat langsung pengelolaan peternakan terintegrasi sekaligus memperkuat koordinasi pengembangan program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Kabupaten Bone.

Setibanya di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bupati Bone bersama rombongan disambut Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian drh. Hendra Wibawa, M.Si., Ph.D., Hasbi yang mewakili PT Berdikari, serta sejumlah pihak terkait.

Dari bandara, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Denpasar di Pulukan. Di lokasi tersebut, Andi Asman meninjau secara langsung padang penggembalaan serta mengikuti diskusi mengenai pengelolaan dan pengembangan sektor peternakan.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan pembahasan pengelolaan BPTU HPT Pulukan dan sosialisasi program HAT bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian serta PT Berdikari.

Andi Asman mengatakan, kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Bone untuk mempelajari praktik pengelolaan peternakan yang telah berjalan di Bali, kemudian menyesuaikannya dengan potensi dan kebutuhan daerah.

“Kita ingin melihat langsung bagaimana pengelolaan peternakan dilakukan secara terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan peternak,” kata Bupati Bone.

Menurutnya, pengembangan sektor peternakan tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan kelompok peternak.

“Kunjungan ke Bali ini menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar dan melihat praktik yang sudah berjalan. Apa yang baik akan kita pelajari dan kita sesuaikan dengan potensi serta kebutuhan Kabupaten Bone,” jelasnya.

Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bone, pemerintah pusat, Ditjen PKH, PT Berdikari, dan kelompok peternak dapat mempercepat pengembangan sektor peternakan di Bone.

“Yang paling penting, peternak harus mendapatkan manfaat, produksi meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut terdorong,” harapnya.

Lebih lanjut mantan Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura ini menegaskan, Kabupaten Bone memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor peternakan. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong berbagai program yang dapat meningkatkan produksi, menciptakan nilai tambah, sekaligus menjaga keberlanjutan sektor peternakan.

“Bone memiliki potensi besar di sektor peternakan. Karena itu, kita akan terus mendorong program yang mampu memperkuat produksi, meningkatkan nilai tambah dan menciptakan ekosistem peternakan yang berkelanjutan,” lanjutnya lagi.

Diketahui, Kabupaten Bone mendapat Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) dari Pemerintah Pusat yang ditempatkan di Kecamatan Ponre. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat sektor perunggasan di daerah sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak.

Kunjungan kerja Bupati Bone ke Bali berlangsung pada 21–23 Agustus 2026. Selain meninjau BPTU HPT Pulukan, rombongan dijadwalkan mengunjungi kelompok ternak di Kabupaten Bangli serta mengikuti forum konsolidasi dan sosialisasi HAT bersama pemerintah pusat, PT Berdikari, dan kelompok peternak.

Rangkaian kunjungan tersebut diharapkan menghasilkan pengalaman, masukan, serta peluang kolaborasi baru yang dapat diterapkan di Kabupaten Bone guna mempercepat pengembangan peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Dengan penguatan sinergi lintas sektor dan optimalisasi potensi daerah, program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi peternakan, tetapi juga membuka peluang usaha, meningkatkan nilai tambah komoditas, dan memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat Bone. (*)

 

Komentar

Berita Terkini