BONE,KLIKWARTA.ID — Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Sanrangeng, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (12/9/2026). Sebanyak 11 rumah terdampak dalam peristiwa tersebut, sembilan di antaranya ludes terbakar dan dua rumah lainnya ikut terdampak.
Musibah itu tidak hanya menghanguskan rumah dan harta benda warga, tetapi juga merenggut satu nyawa. Sejumlah keluarga kini harus menghadapi kehilangan tempat tinggal dan barang-barang berharga yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Di tengah puing-puing bangunan yang masih menyisakan bekas kobaran api, Pemerintah Kabupaten Bone bergerak memberikan bantuan tanggap darurat kepada warga terdampak.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk segera turun tangan dan memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi.
Instruksi tersebut ditindaklanjuti dengan penyaluran bantuan yang dipimpin langsung Pj. Sekda Bone Hj. Andi Tenriawaru, S.Pd., M.Si. Bantuan disalurkan langsung ke lokasi kebakaran berupa sembako, makanan siap saji, serta sejumlah perlengkapan kebutuhan keluarga.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bone H. Jemmy, S.Sos., M.Si. mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk respons pemerintah terhadap warga yang tengah menghadapi situasi darurat setelah kehilangan tempat tinggal.
“Bantuan tanggap darurat ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Bone kepada masyarakat yang terkena musibah kebakaran,” katanya.
Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan pangan seperti beras, mi instan, minyak goreng, makanan kaleng, serta berbagai kebutuhan logistik lainnya.
Pemerintah juga menyalurkan perlengkapan keluarga, di antaranya kasur, selimut, tas atau pakaian, dan kebutuhan penunjang lainnya untuk membantu warga menjalani masa tanggap darurat.
Penyaluran bantuan berlangsung di lokasi kejadian dengan disaksikan petugas Dinas Sosial, aparat pemerintah setempat, relawan, serta jajaran terkait.
Bagi warga yang kehilangan rumah dan harta benda, bantuan tersebut menjadi penopang untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat. Namun, duka akibat kehilangan tempat tinggal dan satu nyawa tetap menjadi bagian berat yang harus mereka hadapi.
Pemerintah Kabupaten Bone berharap dukungan pemerintah, relawan, dan masyarakat dapat meringankan beban para korban sekaligus membantu mereka perlahan bangkit dan kembali menata kehidupan setelah musibah tersebut. (*)
