-->

Seleksi Ketat Berakhir, 70 Putra-Putri Terbaik Bone Mulai Ditempa Menjadi Paskibraka 2026


BONE,KLIKWARTA.ID — Sorot mata penuh tekad tampak dari puluhan pelajar yang berbaris rapi di Stadion Lapatau Matanna Tikka, Kamis (30/7/2026). Mereka bukan lagi sekadar siswa dari berbagai sekolah di Kabupaten Bone, melainkan 70 putra-putri terbaik yang berhasil melewati seleksi ketat untuk mengemban amanah sebagai Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026.

Perjalanan mereka memasuki tahap baru setelah Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Paskibraka Kabupaten Bone. Pembukaan tersebut turut dihadiri Wadanpom, para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Bone, serta para pelatih dan pembina Paskibraka.

Ke-70 peserta berasal dari SMA, SMK, MAN, hingga pondok pesantren di Kabupaten Bone. Mereka terpilih setelah menyisihkan 373 peserta lainnya dalam proses seleksi yang diikuti sebanyak 443 pelajar.

Bagi BupAAS, keberhasilan lolos seleksi bukanlah garis akhir. Justru, pendidikan dan pelatihan menjadi fase penting untuk membentuk karakter para calon Paskibraka sebelum menjalankan tugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Bone.


“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana yang telah melaksanakan proses seleksi dengan baik hingga hari ini kita dapat memulai pendidikan dan pelatihan calon Paskibraka,” ucap Bupati

Andi Asman Sulaiman menegaskan, diklat Paskibraka bukan hanya mengajarkan kesempurnaan gerakan baris-berbaris. Lebih dari itu, para peserta akan ditempa menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

“Saya percaya kegiatan ini penuh dengan pengorbanan. Di sinilah kalian ditempa menjadi pribadi yang disiplin dan berkarakter. Ini menjadi pondasi penting untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.

Menurut Andi Asman, menjadi anggota Paskibraka merupakan kehormatan yang tidak dimiliki semua pelajar. Karena itu, ia meminta seluruh peserta menjaga semangat, disiplin, dan fokus selama mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.


Ia mengingatkan bahwa tugas mengibarkan Sang Merah Putih bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan simbol penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

“Saya berharap amanah sebagai pengibar bendera dapat dijalankan secara sempurna dan paripurna. Dibutuhkan konsentrasi penuh karena tugas mengibarkan Sang Merah Putih bukanlah permainan, melainkan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendiri bangsa sekaligus melanjutkan cita-cita bangsa Indonesia,” tegasnya.

Di hadapan para peserta, Bupati juga membangkitkan rasa bangga sebagai wakil Kabupaten Bone. Ia meminta para calon Paskibraka menanamkan rasa percaya diri dan menjalankan tugas dengan sepenuh hati.

“Kalian adalah siswa-siswi terpilih yang mendapat kehormatan menjadi delegasi Kabupaten Bone untuk mengibarkan Bendera Pusaka. Tidak semua orang memiliki kesempatan berada dalam barisan Paskibraka. Jalankan tugas ini dengan bangga, seolah-olah kalian sedang bertugas di Istana Negara,” pesannya.

Selama beberapa pekan ke depan, para calon Paskibraka akan menjalani pendidikan dan pelatihan yang menguji kemampuan fisik, mental, kedisiplinan, serta kekompakan. Seluruh proses itu menjadi bekal sebelum mereka tampil pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Bone.

Bagi para peserta, mengenakan seragam Paskibraka bukan sekadar kebanggaan pribadi. Di balik langkah tegap dan gerakan yang serempak, tersimpan tanggung jawab besar untuk membawa nama daerah sekaligus menjaga kehormatan Sang Merah Putih yang akan berkibar pada hari paling bersejarah bagi bangsa Indonesia. (*)

Komentar

Berita Terkini