BONE,KLIKWARTA.ID —- Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M melakukan tanam padi perdana dengan sistem Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) di Desa Bonto Padang, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Jumat, (8/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut Bupati AAS turut didampingi Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian Ri, Fadjry Djufry bersama jajaran Kementan, perwakilan PT Pupuk Indonesia, Perum Bulog, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bone, Tripika Kecamatan Kahu, Kepala Dinas PU, Kepala Dinas Sosial, serta masyarakat setempat.
Program PM-AAS merupakan model budidaya padi intensif yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan hasil panen petani. Sistem ini menggabungkan metode tanam benih langsung (tabela) rapat, mekanisasi penuh, serta pengairan dan pemupukan presisi dengan potensi hasil panen mencapai 10 ton per hektare.
Selain itu, pada program PM-ASS merupakan langkah strategis dalam mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berbasis teknologi. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani di Kabupaten Bone.
Kegiatan ini menjadi langkah awal penerapan pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi lahan di Kabupaten Bone.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyampaikan rasa syukur karena Kabupaten Bone dipilih menjadi salah satu daerah percontohan PM-AAS di Indonesia.
“Alhamdulillah, kita sangat bersyukur BRMP Kementan RI memilih Bone sebagai salah satu daerah percontohan di Indonesia,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembangunan sektor pertanian. “Kegiatan ini adalah pembangunan pertanian. Tujuannya meningkatkan hasil, menjaga produksi dan hasil pertanian,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Bone menjelaskan sistem PM-AAS diterapkan untuk menjawab tantangan pertanian ke depan, mulai dari keterbatasan lahan, perubahan iklim, hingga kebutuhan pangan yang terus meningkat. Dengan teknologi dan mekanisasi, diharapkan biaya produksi turun dan hasil panen meningkat.
“BRMP hadir untuk mentransformasikan sistem pertanian tradisional menjadi pertanian modern guna meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Mari kita sukseskan program ini,” lanjutnya.
Ia juga menantang para penyuluh pertanian dan petani agar mampu menjadikan lahan seluas 100 hektare tersebut sebagai kawasan dengan produksi tertinggi di Indonesia. “Saya tantang penyuluh dan segenap petani, jika 100 hektare ini produksinya bisa tertinggi di Indonesia, Menteri Pertanian akan datang untuk panen di sini,” tegasnya lagi.
Menurut, Bupati Bone seraya menambahkan sektor pertanian saat ini menjadi jawaban dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan semakin mendapat perhatian dunia.
“Penerapan PM-AAS di Desa Bonto Padang melibatkan sinergi pemerintah pusat, provinsi, daerah, serta BUMN. PT Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan pupuk, Bulog siap menyerap hasil panen petani, sementara Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian mendampingi penerapan teknologi. Program ini akan diperluas ke kecamatan lain sebagai percontohan pertanian modern di Bone,” ungkapnya.
Mantan Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone untuk mendukung percepatan modernisasi pertanian sebagai salah satu sektor unggulan daerah.
“Pemerintah Kabupaten Bone terus berkomitmen mendorong modernisasi pertanian agar produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik,” tegas Andi Asman Sulaiman.
Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian RI yang menghadirkan inovasi dan teknologi pertanian bagi para petani di Kabupaten Bone.
“Dengan tanam perdana ini, Pemkab Bone optimistis sektor pertanian semakin maju dan mampu menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” harapnya.
Sementara itu, dalam sambutan Fadjry Djufry mengungkapkan bahwa penerapan sistem pertanian modern melalui PM-ASS menjadi salah satu upaya menjawab tantangan pertanian ke depan, termasuk peningkatan produksi pangan nasional dan efisiensi usaha tani.
“PM-AAS merupakan sistem pertanian modern yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Di sini ada penggunaan drone dan varietas unggul baru. Ini adalah sistem pertanian yang lebih baik,” ungkapnya.
Fadjry menjelaskan, ide penerapan sistem tersebut muncul saat Menteri Pertanian melakukan kunjungan ke Arkansas, Amerika Serikat, dan melihat penerapan teknik pertanian modern di lahan kering. “Beliau kemudian memerintahkan agar sistem ini diterapkan di beberapa daerah di Indonesia,” jelasnya lagi.
Menurut Fadjry, program tersebut telah diuji coba di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Soppeng dengan luas lahan lima hektare dan menghasilkan produksi hingga 10,9 ton per hektare. “Kita sudah coba di beberapa tempat di Indonesia, termasuk Kabupaten Soppeng. Saya yakin di Bone hasilnya bisa lebih tinggi karena bupatinya sahabat petani,” ungkapnya.
Ia juga menyebut sistem pertanian modern mampu meningkatkan pendapatan petani secara signifikan. “Modernisasi pertanian melalui PM-ASS diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani serta mendukung ketahanan pangan nasional,” sebutnya.
Kegiatan tanam padi perdana ini diharapkan menjadi momentum percepatan adopsi teknologi pertanian modern di Kabupaten Bone sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan. (*)






