BONE,KLIKWARTA.ID —- Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bone, menggelar seleksi ujian kompetensi bagi 52 bakal calon kepala desa pergantian antar waktu (PAW) dari 18 desa di Kabupaten Bone.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung PKK, Kompleks Kantor Bupati, Jl Jend Ahmad Yani, Senin (4/5/2026).
Turut hadir Ketua Komisi 1 DPRD Bone Rismono Sarlim, bersama Anggota Komisi 1 DPRD Bone Adriani Alimuddin Page.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan Pemilihan Kepala Desa PAW 2026, yang bertujuan memastikan para kandidat memiliki kapasitas, integritas, dan kemampuan manajerial sebelum melaju ke proses selanjutnya.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M dalam arahannya menegaskan pentingnya profesionalisme panitia dalam menjalankan seluruh tahapan Pilkades PAW. Ia berharap proses ini mampu menghasilkan kepala desa yang berkualitas dan berkomitmen membangun daerah.
Lebih lanjut ia juga menekankan, kepala desa yang terpilih nantinya tidak hanya dituntut memahami administrasi pemerintahan, tetapi juga harus aktif melayani masyarakat secara langsung.
“Saya minta panitia dari dinas terkait untuk terus memberikan yang terbaik dalam menjalankan program ini. Pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama. Kepala desa harus benar-benar hadir dan memberikan pelayanan terbaik, dimana Pemerintahan BerAmal ingin mengantarkan Bone menjadi daerah yang lebih baik,” tegasnya.
Ia juga berpesan kepada para calon kepala desa agar memiliki komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat tanpa membeda-bedakan.
“Setelah terpilih nanti, harus mencintai desa dan tidak pilih kasih, baik kepada pendukung maupun yang tidak mendukung. Berikan penghormatan kepada semua pihak dan bangun desa dengan penuh keikhlasan,” pesannya.
Bupati Bone juga mengingatkan agar seluruh calon dapat menerima hasil proses pemilihan dengan lapang dada. Ia bahkan membuka kemungkinan dilaksanakannya debat calon kepala desa guna memberikan gambaran visi dan arah pembangunan desa ke depan.
“Kalau memungkinkan, kita buat debat calon agar masyarakat tahu arah pembangunan desa. Jabatan itu bukan di kepala, tapi di hati,” ungkapnya.
Mantan Camat Barebbo mengapresiasi para peserta yang telah sampai pada tahap pencalonan, mengingat tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama.
“Hari ini menjadi bakal calon saja sudah luar biasa. Tidak mungkin seseorang bisa sampai pada tahap ini tanpa memiliki potensi,” ucapnya.
BupatiAAS juga menegaskan pentingnya kepemimpinan yang responsif dan turun langsung ke lapangan, bukan sekadar bekerja di balik meja.
Selain uji kompetensi, Pemkab Bone juga menyiapkan program pembekalan bagi kepala desa terpilih. Program tersebut meliputi pelatihan kepemimpinan hingga coaching pengelolaan keuangan desa.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola anggaran secara transparan dan akuntabel, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bone, A. Akbar, dalam laporannya menyampaikan bahwa tahapan Pilkades PAW telah berjalan dengan lancar sejak awal, mulai dari sosialisasi, bimbingan teknis (bimtek), pembentukan panitia pemilihan, hingga verifikasi berkas dan penetapan bakal calon.
Menurutnya, bahwa jumlah calon kepala desa yang dapat mengikuti Pilkades PAW dibatasi maksimal tiga orang per desa.
Andi Akbar menyebutkan, bagi desa yang memiliki pendaftar lebih dari tiga orang, maka akan dilakukan seleksi ketat melalui penilaian kompetensi.
“Hari ini kita melaksanakan penilaian kompetensi. Dari 18 desa yang akan melaksanakan pemilihan, terdapat 52 calon yang siap mengikuti seluruh tahapan hingga pemilihan nanti,” sebutnya.
Mantan Kasatpol PP ini juga menambahkan bagi desa yang memiliki lebih dari tiga calon, tes uji kompetensi ini menjadi tolak ukur untuk menentukan calon yang maju. Sementara bagi desa dengan calon hanya dua, tetapi nanti pada saat pemilihan nilainya seri, uji kompetensi ini bisa menjadi dasar dalam menentukan pemenang.
“Kami sebagai panitia tentu mengharapkan petunjuk dan arahan dari Bapak Bupati agar seluruh tahapan berjalan optimal,” tambahnya.
Penilaian ini menjadi indikator utama. Jika terjadi hasil seri dalam pemilihan, maka hasil tes kompetensi akan menjadi pertimbangan penentu,” ujarnya.
Dengan proses seleksi yang ketat serta dukungan pelatihan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Bone berharap kepala desa hasil Pilkades PAW 2026 mampu menjadi pemimpin yang profesional, responsif, dan dekat dengan masyarakat. (*)







