-->

Jalan Santai “Anti Mager” Kepedulian Mentan RI. Tanggung 7 Anak, Penjual Kerupuk di Bone Dapat Modal Usaha Rp20 Juta


BONE,KLIKWARTA.ID— Suasana Lapangan Merdeka, Kota Watampone. Minggu pagi (5/4/2026), terasa lebih semarak dari biasanya. Ribuan masyarakat tumpah ruah mengikuti jalan santai “Anti Mager” yang digelar dalam rangka Hari Jadi Bone (HJB) ke-696 tahun 2026.

Di tengah keramaian itu, hadir sejumlah tokoh penting, diantaranya Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, bersama Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin serta unsur Forkompida Kabupaten Bone. 

Kegiatan yang awalnya sekadar ajang olahraga dan kebersamaan itu mendadak berubah menjadi momen penuh haru dan inspirasi. Perhatian ribuan peserta tertuju ke atas panggung saat Mentan AAS mengambil alih mikrofon.

Peristiwa bermula saat Mentan mengajak seorang penjual kerupuk naik ke atas panggung untuk berdialog langsung di hadapan ribuan peserta.

Dengan gaya khasnya yang santai, ia memanggil beberapa peserta naik ke panggung. Salah satunya adalah seorang ibu penjual kerupuk yang tampak sederhana. Percakapan ringan pun terjadi, mengundang senyum dan tawa dari masyarakat yang menyaksikan.

“Berapa harga kerupuknya biasanya laku sehari-hari?” tanya Mentan Andi Amran.

Pedagang tersebut menjawab bahwa penghasilannya tidak menentu. “Sepuluh ribu, Puang, tidak menentu, Pak, kadang Rp200 ribuan,” jawab si ibu

Namun, Amran justru menawar dengan harga lima ribu rupiah. Tanpa ragu, sang penjual mengiyakan. 

“Berapa semuanya?”
“Dua ratus ribu, Puang,” jawabnya pelan.

AAS pun langsung membayar lunas. 

Momen sederhana itu kemudian dijadikan contoh oleh Andi Amran tentang karakter masyarakat Bone. “Inilah contoh orang Bone. Walaupun dalam kondisi sederhana, masih mau berbagi dengan menurunkan harga jualannya,” ujarnya, disambut tepuk tangan warga.

Kejutan belum berakhir. Di hadapan ribuan peserta. Saat mengetahui ibu tersebut memiliki tujuh anak, suasana seketika berubah lebih hening. Tanpa banyak kata, Andi Amran langsung memutuskan memborong seluruh dagangan kerupuknya.

Mentan kemudian menanyakan jumlah tanggungan keluarga. Wanita paruh baya itu mengaku memiliki tujuh anak yang harus ia nafkahi.

“Berapa tanggungan ta?” tanya Mentan.

“Ada tujuh, Puang,” jawabnya.

Mendengar hal tersebut, Andi Amran Sulaiman kembali menunjukkan kepeduliannya dengan langsung memberikan tambahan modal usaha sebesar Rp20 juta kepada ibu tersebut kepada penjual kerupuk tersebut.

“Tolong ini disimpan untuk modal usaha kerupuk ya, kasih Rp20 juta,” ucap Mentan

Aksi spontan tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah dari ribuan warga yang hadir di lokasi kegiatan.

Bantuan itu diharapkan dapat membantu meningkatkan usaha sekaligus kesejahteraan keluarga penjual kerupuk tersebut.

Sorak haru dan tepuk tangan pun menggema di Lapangan Merdeka. Wajah bahagia sang ibu menjadi gambaran nyata bahwa di balik kemeriahan acara, ada nilai kemanusiaan yang begitu kuat terasa.

Jalan santai “Anti Mager” ini bukan sekadar perayaan HJB ke-696, tetapi juga menjadi ruang berbagi, mempererat kebersamaan, serta menghadirkan kisah-kisah kecil yang menginspirasi banyak orang. (*/rls)

Komentar

Berita Terkini