MAKASSAR,KLIKWARTA.ID —- Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., MM. membuka Rapat Kerja Perkumpulan Kerukunan Perantau Masyarakat Bone (PKPMB) di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Minggu, (26/4/2026).
PKPMB merupakan KKMB organisasi Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone yang telah berganti nama sesuai Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Umum H. Syahriwijaya, MM., Ketua Panitia A. Dahrul, SE., MM., serta jajaran pengurus DPP KKMB Sulawesi Selatan.
Pada rapat kerja ini mengusung tema “Teppettu Maompengnge, Teppolo Massellomoe” yang bermakna tak putus yang kendur dan tak patah yang lentur, sebagai simbol kuatnya persatuan dan kebersamaan warga Bone di perantauan.
Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin menyampaikan salam dari Bupati Bone serta apresiasi kepada KKMB sebagai wadah strategis masyarakat Bone di perantauan.
“Pemerintah Kabupaten Bone memberikan apresiasi kepada KKMB. Organisasi ini merupakan komponen penting dalam bersinergi membangun daerah,” ucapnya.
Mantan Anggota Komisi IV DPR RI ini menekankan pentingnya penguatan internal organisasi agar mampu memberikan dampak nyata bagi anggota dan masyarakat luas.
“Organisasi harus saling menguatkan, apapun profesi kita. Yang terpenting adalah memberikan manfaat nyata. Kami berharap KKMB dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” jelasnya.
Wabup Bone juga menegaskan bahwa KKMB merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kabupaten Bone. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk para perantau.
“Banyak orang Bone yang sukses di perantauan. Ini potensi besar. Tidak hanya kontribusi dalam bentuk pembangunan fisik, tetapi juga ide dan gagasan sangat dibutuhkan untuk kemajuan Bone,” jelasnya lagi.
Ia juga menambahkan, saat menjabat sebagai anggota DPR RI, dirinya turut mendorong masuknya berbagai bantuan ke Kabupaten Bone.
Selain itu, ia memaparkan sejumlah capaian daerah, di antaranya penurunan angka kemiskinan menjadi 6,05 persen serta realisasi investasi pada tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp4 triliun.
“Ini menunjukkan bahwa Bone terus berkembang. Peran KKMB sangat penting untuk mengajak para perantau ikut berkontribusi membangun daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum KKMB H. Syahriwijaya mengatakan, raker ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus merumuskan langkah strategis organisasi ke depan.
“Inti dari kegiatan ini adalah ajang silaturahmi untuk mempererat persaudaraan. Melalui raker ini, kita bisa mencapai mufakat bersama demi kemajuan organisasi,” katanya
Ia juga menerangkan keinginannya untuk melakukan regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi.
“Saya sudah ingin menyerahkan estafet kepemimpinan kepada sosok yang lebih muda. Salah satu tujuan raker ini adalah mencari figur pengganti yang mampu membawa organisasi lebih baik,” terangnya. (*/rls)






