BONE, KLIKWARTA.ID --- Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., secara resmi mengukuhkan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) Kabupaten Bone Masa Bakti Tahun 2026–2031.
Organisasi yang menghimpun para pelaku penggilingan padi dan usaha beras ini resmi dipimpin oleh Amir, SE sebagai Ketua DPC PERPADI Kabupaten Bone.
Pelantikan dan pengukuhan tersebut berlangsung di Baruga Lateya Riduni, Kompleks Rujab Bupati, Jl Petta Ponggawae, Rabu, (21/01/2026).
Dalam kesempatan tersebut turut hadir yakni Dandim 1407 Bone, Letkol Inf. Laode Muhammad Idrus, Pj. Sekretaris Daerah, Andi Tenriawaru, SP, para Kepala OPD lingkup Pemkab Bone, pimpinan Bulog, para Camat, tokoh tani, serta tamu undangan lainnya
Pada, prosesi pengukuhan ini disaksikan langsung oleh Ketua DPD PERPADI Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Hasnawi Wahid.
Momentum pengukuhan ini tidak sekadar seremonial. Acara juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Ketua DPC Perpadi Bone dengan Kepala Bulog, sebagai langkah strategis memperkuat sinergi dalam tata kelola perberasan.
Turut membubuhkan tanda tangan, Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, Ketua KTNA Bone, serta Dandim 1407/Bone.
Dalam sambutannya, Bupati Bone menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dikukuhkan serta mengapresiasi atas peran strategis PERPADI dalam mendukung ketahanan pangan daerah, khususnya pada sektor penggilingan padi dan distribusi beras.
Ia berharap kepengurusan yang baru dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah serta seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha perberasan, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produksi beras di Kabupaten Bone.
“Atas kehadiran organisasi ini, tentu kita berharap Perpadi dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas produksi beras di Kabupaten Bone. Kehadiran Perpadi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucap Bupati Bone.
Lebih lanjut, Menurut mantan Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bone ini, menjelaskan Perpadi tidak hanya berperan sebagai organisasi profesi, tetapi juga dapat menjadi wadah penguatan ketahanan pangan sekaligus sarana penyerapan tenaga kerja, mengingat jumlah penggilingan padi di Kabupaten Bone mencapai sekitar 130 unit.
Bupati Bone juga menekankan pentingnya tata kelola penyerapan gabah yang lebih terukur dan terstruktur, agar tidak ada pihak yang dirugikan, baik petani maupun pengusaha penggilingan.
“Kita berharap ke depan serap gabah di penggilingan dapat berjalan dengan baik dan adil. Jangan sampai ada yang dirugikan,” tegasnya.
Selain itu, ia menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi Kabupaten Bone, yakni belum adanya pabrik pengolahan beras berskala besar. Padahal, Bone dikenal sebagai salah satu daerah penghasil padi terbesar di tingkat nasional.
“Salah satu kelemahan kita adalah belum adanya pabrik berskala besar. Karena itu, penguatan pasca panen menjadi sangat penting. Kita besar di produksi, tetapi belum kuat di pengolahan,” ujarnya.
Bupati menyampaikan pesan agar para pelaku usaha perberasan di Bone tidak berhenti sebagai produsen semata.
“Ke depan, kita tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga harus menjadi pelaku utama dalam pengolahan dan pengembangan industri beras,” ucapnya lagi.
Pengukuhan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani dalam menjaga stabilitas pangan serta mendorong pertumbuhan sektor pertanian di Kabupaten Bone.
Dengan dikukuhkannya DPC Perpadi Kabupaten Bone dan ditandatanganinya MoU lintas sektor, diharapkan ekosistem perberasan Bone semakin kuat, terintegrasi, dan mampu memberikan nilai tambah bagi petani, pelaku usaha, serta perekonomian daerah. (*/rls)











