BONE, KLIKWARTA.ID — Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M mengukuhkan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bone Tahun 2025.
Kegiatan ini berlangsung di Gedung PKK, Kompleks Kantor Bupati Bone, Jl. H. A. Mappanyukki, Kota Watampone, Jumat, (15/08/2025).
Dalam kesempatan tersebut turut hadir yakni Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bone, Staf Ahli Bupati, Asisten Setda, Kepala OPD, Ketua PPI Kabupaten Bone, Calon Paskibraka yang dikukuhkan bersama orang tua masing - masing serta tamu undangan lainnya.
Sebanyak 70 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bone resmi dikukuhkan. H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Momen sakral ditandai pemasangan ovalet dan kendit pada perwakilan Paskibraka. Sebelumnya, Kepala Badan Kesbangpol Bone, Drs. Andi Amran, M.Si., memimpin pembacaan pengantar pengukuhan dan Ikrar Putra dan Putri Indonesia.
Dalam sambutannya, Bupati Bone berpesan agar Paskibraka memaknai tugas ini sebagai kehormatan dan amanah besar. Ia mengajak orang tua memberikan dukungan penuh demi kelancaran tugas pada upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
"Fokuslah pada tugas mulia ini. Jadilah duta Pancasila yang memegang teguh nilai-nilai ideologi bangsa,” ucapnya.
Para anggota Paskibraka akan bertugas mengibarkan Sang Merah Putih pada 17 Agustus mendatang di Lapangan Merdeka Watampone menjadi bagian dari sejarah bangsa dan kebanggaan daerah.
Sekedar diketahui, 70 pelajar terbaik dari jenjang SMA/SMK dan MA di Kabupaten Bone menjalani pelatihan beberapa waktu lalu sebagai Calon Paskibraka Kabupaten Bone.
Mereka bukan sekadar siswa biasa, tetapi generasi emas yang kelak akan mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada peringatan HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan RI.
Dari puluhan sekolah yang berpartisipasi, SMAN 13 Bone mencatat prestasi gemilang. Di bawah kepemimpinan Drs. Hamzah, MM, sukses mengantarkan 10 siswanya lolos seleksi, menjadikannya sekolah dengan perwakilan terbanyak tahun ini.
Kesepuluh siswa tersebut adalah:
Selvi (Bone, 14 April 2009), Faizah Nabila Zahrani (Watampone, 23 Januari 2009), Ayuni Pratiwi (Sengkang, 26 Juli 2009), Agus Melani Putri (Passippo, 26 Oktober 2008), Andi Aditya Bintara (Biak, 1 Juli 2009), Reza Putra Erdiana (Watampone, 18 Februari 2009), Muh. Khalil Aqso.W (Bau-Bau, 1 Januari 2009), Muh. Sarkawi (Watampone, 4 April 2009), Aqsa Alim Bakhri (Watampone, 1 November 2008), Ahmad Zidan Alhabsy (Watampone, 12 Agustus 2009)
Lalu, di posisi kedua, SMAN 3 Bone yang dipimpin Drs. A. Abd. Gaffar, MM mengantarkan 8 siswa sebagai Calon Paskibraka Kabupaten Bone: Cahya Rahma (Kading, 4 Februari 2009), Putri Aulia (Nyappareng, 30 Juli 2009), Muh. Ridho Alfajri (Watampone, 18 Juni 2009), Andi Muhammad Rhevan Aditya Yudha (Bogor, 14 April 2009), Arviello Surya Prabu (Bau-Bau, 9 Maret 2009), Ahmad Rezky Maulana (Watampone, 5 Juli 2009), Muh. Rezky Arhan (Makassar, 17 Desember 2008), dan A. Taufit Guratman (Watampone, 12 Agustus 2008).
Dan, posisi ketiga SMAN 15 Bone di bawah kepemimpinan Muhammad Tang, S.Pd., M.Pd dengan 7 siswa yang lolos seleksi diantaranya; Muh. Zulkarnain (Bone, 22 Januari 2009),Muh. Hafidz Zhul (Maroanging, 16 Desember 2008), Andi Dino Patti Abal (Pinrang, 28 April 2009), Faqiha Amalina Rahmat (Taccipi, 21 Maret 2009), Ehan Winanda (Taccipi, 5 Maret 2009), Ahmad (Talinro, 17 Mei 2008), dan Ahmad Aslan (Pinrang, 29 Oktober 2008).
Khusus SMAN 15 Bone, salah satu siswanya, M. Surya Ramadhan, bahkan terpilih sebagai Calon Paskibraka tingkat Provinsi dan masuk daftar cadangan Paskibraka tingkat Nasional.
Tak kalah berprestasi, SMAN 1 Bone yang dipimpin Drs. Muhdar, M.Pd sukses mengantarkan 6 siswanya menjadi Calon Paskibraka Kabupaten Bone: Naisya Mawaddah (Bone, 12 Maret 2009), Afdia Adina (Watampone, 8 Januari 2009), Andi Nurul Khaeria Obor Siradju (Watampone, 17 Juli 2009), Muh. Faiz Atsal Athayah (Watampone, 25 Juni 2009), Muhammad Army Maulana (Watampone, 30 Mei 2009), dan Muh. Cahyo Erlangga (Panyili, 10 Juni 2009).
Dari wilayah Kecamatan Dua Boccoe, SMAN 24 Bone di bawah kepemimpinan Mulyadi, S.Pd juga mengirimkan 5 siswa terbaiknya: Nursyafika (Takkalala, 24 Februari 2009), Muhammad Yusuf (Timurung, 26 April 2008), Muh. Afsal (Salapandreng, 6 Juni 2008), Muh. Rafly (Pattiro, 7 April 2009), dan Ahmad Saiful Aswan (Calimpo, 28 Juni 2008).
Seleksi Paskibraka Kabupaten Bone tahun ini tidak hanya menjadi ajang penilaian fisik dan disiplin, tetapi juga penempaan mental, wawasan kebangsaan, serta penguatan rasa cinta tanah air. Seluruh calon yang lolos akan menjalani pelatihan intensif sebelum menjalankan tugas mulia pada 17 Agustus mendatang.
Dengan semangat muda yang membara, para Calon Paskibraka Kabupaten Bone siap mengukir sejarah di tengah peringatan kemerdekaan, membawa kebanggaan bagi sekolah, keluarga, dan daerahnya. Kini, 70 Calon Paskibraka itu sedang ditempa dalam latihan intensif.
Suara hentakan kaki, teriakan komando, dan peluh yang bercucuran menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju puncak tugas: mengibarkan bendera pusaka pada detik-detik proklamasi. Mereka adalah wajah masa depan Bone. Dan setiap langkah mereka di lapangan latihan adalah langkah menuju sejarah.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, saat bertemu para Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang tengah menjalani latihan intensif menjelang upacara puncak HUT Ke-80 Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang.
Di hadapan para putra-putri terbaik daerah itu, Bupati Andi Asman mengingatkan bahwa tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan amanah yang sarat makna.
“Kalian bukan hanya mewakili sekolah atau kecamatan kalian, tapi membawa nama baik Kabupaten Bone. Tugas ini adalah kehormatan, dan harus dijalankan dengan penuh dedikasi serta kebanggaan sebagai anak bangsa,” tegasnya.
Pesan itu tak hanya soal kedisiplinan dan semangat nasionalisme, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab yang tinggi pada setiap anggota Paskibraka. Latihan fisik yang berat, barisan yang rapi, hingga ketepatan gerakan hanyalah sebagian dari proses. Bagi Bupati, yang lebih penting adalah mental, jiwa, dan integritas yang terbentuk di balik latihan tersebut.
Bupati juga menegaskan bahwa mereka yang terpilih adalah siswa pilihan dan terbaik dari sekolahnya masing-masing.
“Tidak semua siswa mendapatkan kesempatan seperti ini. Latihanlah dengan sungguh-sungguh, karena kelak kalian akan menjadi panutan di sekolah dan lingkungan kalian,” pesannya. (*/rls)







