Pelantikan dipimpin langsung Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, dan disaksikan Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM.
Salah satu pejabat yang mendapat kepercayaan baru yakni Muhammad Rusdi, S.Pd., M.Pd. Ketua PGRI Kabupaten Bone tersebut resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.
Pengambilan sumpah jabatan menjadi penanda dimulainya tanggung jawab baru Muhammad Rusdi di sektor pendidikan, salah satu bidang yang bersentuhan langsung dengan masa depan generasi Bone.
Pengalaman panjang di dunia pendidikan serta kiprahnya dalam organisasi profesi guru menjadi bekal bagi Muhammad Rusdi untuk menjalankan amanah tersebut.
Dari Kadis Pendidikan ke Kominfo
Pergantian jabatan juga terjadi pada posisi yang ditinggalkan Muhammad Rusdi.
H. Anwar, SH., M.Si., MH., yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bone, kini mengisi jabatan Kepala Dinas Pendidikan.
Sementara itu, Hasnawati Ramli, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, mendapat amanah sebagai Kepala Dinas Perikanan.
Jabatan yang ditinggalkan Hasnawati kemudian diisi Andi Muhammad Ikbal, yang sebelumnya menjabat Kepala BPBD Kabupaten Bone.
Pergantian tersebut menjadi bagian dari penyegaran sekaligus penataan birokrasi Pemerintah Kabupaten Bone.
Namun bagi Bupati Bone, rotasi dan mutasi bukan sekadar perpindahan kursi jabatan. Ada target yang harus dikejar.
Bupati: Jangan Sampai Saya Berjuang Sendiri
Usai pelantikan, Andi Asman menyampaikan pesan keras kepada seluruh pejabat yang baru menerima amanah.
Ia meminta seluruh pejabat bekerja serius, maksimal, dan fokus terhadap tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Menurutnya, lebih dari satu tahun perjalanan kepemimpinannya terasa begitu cepat. Karena itu, waktu yang tersisa harus dimanfaatkan untuk menghasilkan capaian nyata bagi masyarakat.
“Saya minta bekerja serius. Jangan sampai saya kembali berjuang sendiri. Saya percayakan kepada Bapak dan Ibu yang sudah dilantik untuk melaksanakan tugas dengan baik,” tegasnya.
Andi Asman juga menegaskan, jabatan merupakan kepercayaan yang harus dibuktikan melalui kinerja.
Pejabat yang diberi amanah harus berani mengambil langkah sesuai aturan dan tidak ragu menjalankan tugas.
Ia juga mengingatkan para pejabat agar tidak menghabiskan energi untuk hal-hal yang tidak berkaitan dengan pekerjaan.
“Kerjakan saja pekerjaan yang sesuai dengan aturan. Selesai. Tidak usah ke mana-mana, ke sini, ke mana. Fokus bekerja,” ingatnya.
Akhir Tahun, Semua Akan Dievaluasi
Bupati Bone memastikan evaluasi kinerja akan dilakukan pada akhir tahun.
Evaluasi tersebut tidak hanya menyasar pejabat eselon II, tetapi seluruh jenjang jabatan, termasuk pejabat yang saat ini berstatus Pelaksana Tugas (Plt).
“Di akhir tahun ini pasti saya akan evaluasi. Terutama teman-teman yang dijabat Plt. Pasti dibuka lagi, dimulai eselon dua sampai eselon terakhir. Tidak ada bedanya,” jelasnya.
Ia menegaskan, ukuran kinerja tidak cukup dilihat dari laporan administratif. Capaian program dan perubahan yang dirasakan masyarakat akan menjadi perhatian.
Andi Asman mencontohkan sektor kesehatan. Kepala UPT Puskesmas, misalnya, akan dinilai berdasarkan capaian program di wilayah masing-masing.
Salah satu indikator yang disorot adalah penanganan stunting. Jika angka atau persoalan stunting tidak menunjukkan perubahan berarti dari tahun sebelumnya hingga evaluasi akhir tahun, hal tersebut akan menjadi bagian dari penilaian kinerja.
“Kalau stunting-nya tahun lalu masih begitu, sampai evaluasi akhir tahun masih seperti itu, pasti akan dievaluasi,” katanya.
Promosi Jabatan Disebut Berbasis Kinerja
Mantan Camat Barebbo ini juga menegaskan bahwa kesempatan promosi jabatan terbuka bagi seluruh aparatur yang mampu menunjukkan kinerja terbaik.
Menurutnya, kepercayaan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi harus diberikan berdasarkan kemampuan dan hasil kerja.
Kesempatan itu, kata dia, tidak hanya terbuka bagi pejabat struktural, tetapi juga aparatur yang berada pada jabatan fungsional.
“Jadi, keadilan sosial seperti itu nanti. Semua diberikan kesempatan,” ujarnya.
Ia bahkan menyinggung rencana pengisian jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Bone pada masa mendatang.
Menurut Andi Asman, proses tersebut akan dilakukan secara terbuka.
“Ke depan kita akan ada tes terbuka. Tidak ada lagi lelang jabatan tertutup. Siapa yang bisa, kita kasih kesempatan,” tegasnya.
Target Daerah Jadi Ukuran
Bupati Bone meminta kepala OPD, camat, lurah hingga kepala desa menjadikan target kinerja sebagai ukuran utama dalam menjalankan amanah.
Ia mencontohkan persoalan lingkungan hidup yang membutuhkan kerja bersama antara Dinas Lingkungan Hidup, camat dan lurah.
Menurutnya, keberhasilan daerah tidak boleh hanya menjadi target satu OPD. Setiap perangkat pemerintahan harus bergerak bersama untuk mencapai hasil yang dapat dirasakan masyarakat.
Andi Asman menegaskan, keberhasilan daerah juga akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kebijakan serta memberikan ruang lebih besar kepada aparatur yang dinilai mampu bekerja.
“Di semua tempat itu bergiliran. Teman-teman semua cukup bekerja dengan baik,” katanya.
Karena itu, ia meminta para pejabat tidak menjadikan mutasi dan rotasi sebagai sesuatu yang menakutkan.
“Mutasi biasa saja, Bapak-Ibu sekalian. Mutasi tidak boleh ada yang membuat stres. Yang jelas, kerja saja,” tegasnya.
Pejabat Diminta Tak Berhenti Belajar
Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Andi Asman kembali mengingatkan pentingnya memahami tugas pokok dan fungsi jabatan.
Ia meminta setiap pejabat tidak berhenti belajar serta membuka diri terhadap masukan dan saran dari berbagai pihak.
“Baca tugas pokok fungsi jabatan kita yang bersangkutan. Kemudian belajar dan mendengarkan beberapa penyampaian serta saran dari berbagai teman kita,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi bekal bagi seluruh pejabat yang baru menerima amanah, termasuk Muhammad Rusdi yang kini dipercaya memimpin Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.
Di balik pergeseran struktur birokrasi tersebut, tantangan yang dihadapi tetap sama: memastikan pemerintahan berjalan efektif, program mencapai target, dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik.
Bagi Andi Asman, jabatan bukan tujuan akhir.
Jabatan adalah kepercayaan yang harus dibayar dengan kerja nyata. Karena itu, ia kembali meminta seluruh pejabat bekerja maksimal di tempat masing-masing.
“Teman-teman semua, bekerja saja yang baik. Maksimalkan di tempat kita punya tugas,” ujarnya. (*)










