-->

32 Tahun Mengabdi, Muhammad Rusdi Kini Pimpin Pendidikan Bone

 


BONE,KLIKWARTA.ID  — Tiga puluh dua tahun setelah memulai karier sebagai guru, Muhammad Rusdi, S.Pd., M.Pd., akhirnya kembali ke dunia pendidikan dengan tanggung jawab terbesar dalam perjalanan kariernya.

Bukan lagi mengelola ruang kelas atau satu sekolah. Rusdi kini dipercaya memimpin seluruh sektor pendidikan Kabupaten Bone.

Ia resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., dalam pelantikan pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Bone di Aula Lateya Riduni, Senin (14/9/2026).

Pelantikan tersebut turut disaksikan Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, M.M., sejumlah kepala OPD, Ketua Tim Penggerak PKK, serta Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone.

Namun, jabatan itu bukanlah titik awal karier Rusdi. Justru sebaliknya, pelantikan tersebut menjadi puncak sementara dari perjalanan panjang yang dimulai dari profesi guru pada 1992.

Dari Guru hingga Kepala Dinas

Rusdi pertama kali diangkat sebagai ASN pada 1992 dan ditempatkan sebagai guru di SMPN 5 Walenrang, Kabupaten Luwu.

Lima tahun kemudian, ia kembali ke Bone dan melanjutkan pengabdiannya di SMPN 1 Barebbo.

Kariernya di lingkungan pendidikan kemudian berkembang. Ia bertugas di SMPN 2 Barebbo, sebelum dipercaya menjadi Kepala SMPN 2 Ponre pada 2006.

Tahun 2009, Rusdi dipercaya memimpin SMPN 2 Sibulue. Lima tahun kemudian, ia kembali mendapat amanah sebagai Kepala SMPN 6 Watampone.

Pengalaman sebagai pimpinan satuan pendidikan menjadi bekal ketika pada 2017 ia dipercaya menjalankan tugas sebagai Pengawas SMP.

Dari posisi tersebut, karier Rusdi kemudian memasuki ranah birokrasi pemerintahan.

Pada penghujung 2025, ia mengikuti seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama dan dinyatakan lolos. Rusdi kemudian dilantik sebagai Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bone pada 31 Desember 2025.

Kurang dari setahun berselang, ia kembali mendapat kepercayaan untuk memimpin Dinas Pendidikan.

Perpindahan itu sekaligus mempertemukan kembali Rusdi dengan bidang yang telah menjadi bagian terbesar dari perjalanan pengabdiannya.

Dua Amanah dalam Satu Pundak

Kembalinya Rusdi ke Dinas Pendidikan juga memiliki konteks lain.

Ia merupakan Ketua PGRI Kabupaten Bone periode 2025–2030. Rusdi terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Kabupaten PGRI Bone pada 19 Juli 2025.

Sebelumnya, ia juga pernah menjadi pengurus PGRI Kabupaten Bone pada masa kepemimpinan H. Taswin Arifin, termasuk menangani Bidang Pengembangan Seni, serta tercatat sebagai pengurus PGRI Cabang Khusus Dinas Pendidikan.

Kini, posisi sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Ketua PGRI membuat Rusdi berada di dua ruang tanggung jawab sekaligus.

Sebagai kepala dinas, ia harus menerjemahkan kebijakan pemerintah menjadi program pendidikan.

Sebagai Ketua PGRI, ia berhadapan langsung dengan aspirasi para guru, mulai dari peningkatan kompetensi hingga perlindungan dan kesejahteraan pendidik.

Pengalaman panjang sebagai bagian dari ekosistem pendidikan menjadi modal penting untuk menjalankan dua amanah tersebut.

Membawa Maberre ke Dunia Pendidikan

Rusdi menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Ia menilai jabatan tersebut merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kepercayaan pemerintahan BerAmal, menurutnya, harus dijawab melalui kerja nyata.

Ia juga berkomitmen menerjemahkan visi Bupati dan Wakil Bupati Bone, Mandiri, Berkeadilan dan Berkelanjutan (Maberre), ke dalam penyelenggaraan pendidikan.

Arah tersebut diharapkan tidak hanya mendorong capaian akademik, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang mandiri, memperoleh kesempatan secara adil, dan memiliki masa depan berkelanjutan.

Pulang ke Dunia yang Membesarkannya

Karier Muhammad Rusdi pada akhirnya seperti sebuah lingkaran.

Ia memulai perjalanan sebagai guru pada 1992, berkembang menjadi kepala sekolah dan pengawas, kemudian memasuki birokrasi pemerintahan hingga dipercaya memimpin Dinas Perdagangan.

Kini, ia kembali ke pendidikan dengan ruang tanggung jawab yang jauh lebih luas.

Dulu ia mengurus satu kelas. Kemudian satu sekolah. Kini, ia ikut menentukan arah pendidikan satu kabupaten.

Pelantikan 14 September 2026 pun menjadi babak baru bagi Rusdi.

Pengalaman puluhan tahun di ruang kelas, sekolah dan organisasi profesi kini dibawa ke meja kebijakan.

Dari guru yang mengajar di depan kelas, Muhammad Rusdi kini berada di garis depan untuk menentukan masa depan pendidikan Bone. (*)

Komentar

Berita Terkini