JAKARTA,KLIKWARTA.ID — Kolaborasi antar kementerian terus diperkuat untuk menghadirkan pembangunan desa yang lebih berdampak. Mewakili Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan Perikanan (BPPSDM KP), Kementerian Kelautan dan Perikanan I Nyoman Radiarta. Kepala Pusat Penyuluhan menghadiri Workshop Nasional Komitmen Pemerintah Daerah untuk pelaksanaan Program TEKAD 2026 yang berlangsung di Jakarta, Senin, (18/5/2026)
Dalam forum ini, Kepala Pusluh KP Yayan Hikmayani menyoroti pentingnya sinergi pendampingan penyuluh untuk memperkuat ketahanan pangan desa melalui pengembangan sektor kelautan dan perikanan berbasis potensi lokal.
“Pembangunan desa perlu ditopang ekonomi masyarakat yang kuat, kelembagaan yang tangguh, dan pangan bergizi yang berkelanjutan. Sektor kelautan dan perikanan punya ruang besar untuk menjawab kebutuhan itu,” katanya dalam keterangannya.
Kolaborasi Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal di lokasi TEKAD telah berjalan melalui berbagai langkah nyata, mulai dari identifikasi potensi usaha perikanan, penguatan kelembagaan ekonomi desa, hingga mendorong peran perempuan dalam ekonomi keluarga.
Pemanfaatan dana desa, pembangunan percontohan penyuluhan, hingga penguatan kearifan lokal juga menjadi bagian penting agar program hadir sesuai kebutuhan masyarakat dan memberi manfaat jangka panjang.
Untuk mendukung TEKAD 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, menyiagakan 98 penyuluh di berbagai lokus program. Mereka menjadi ujung tombak pendampingan, memastikan masyarakat mendapat dukungan dan program berjalan efektif di lapangan.
Melalui TEKAD, pembangunan desa tidak hanya mendorong tumbuhnya usaha produktif, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dan pemerintah daerah menuju ekonomi desa yang lebih inklusif, mandiri, dan berkelanjutan. (*)
#2026KKPGrowStronger #KKPGOID #SDMKP #SDMUnggul


