-->

Tak Hanya Seremonial, Bupati Bone Jadikan Kerja Bakti Gerakan Berkelanjutan


 —- BupAAS: Kebersihan Harus Menjadi Budaya Masyarakat

BONE,KLIKWARTA.ID – Semangat gotong royong kembali menggema di Kabupaten Bone. Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., memimpin apel ribuan peserta kerja bakti massal di Lapangan Merdeka Watampone, Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat sebagai bentuk komitmen mewujudkan Bone yang bersih, sehat, dan nyaman.

Apel kerja bakti diikuti ribuan peserta yang berasal dari berbagai instansi dan lembaga, mulai dari Kementerian Agama (Kemenag) Bone, Korem 141/Toddopuli, Polres Bone, Kodim 1407/Bone, Denpom XIV/1 Bone, Yonarmed 21/105 Kawali, Batalyon TP 920 Lasalaga, Batalyon Brimob Yon C Tenribetta, Kompi Senapan C 726 Tamalatea, Lapas Kelas IIA Watampone, Balai Pemasyarakatan Kelas II Watampone, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Basarnas Bone, RSUD Tenriawaru, RSUD Datu Pancaitana, para camat, sekolah, hingga mahasiswa se-Kabupaten Bone.

Dalam arahannya, Bupati Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban seluruh masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta menjadikan kerja bakti sebagai budaya yang terus dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Kebersihan adalah tanggung jawab kita semua. Bone yang bersih tidak bisa diwujudkan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Mari kita jadikan kerja bakti ini sebagai budaya dan bagian dari kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Menurutnya, semangat gotong royong merupakan kekuatan utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat, indah, dan nyaman. Budaya kebersamaan tersebut harus terus dipupuk agar menjadi karakter masyarakat Bone dalam menjaga lingkungan.

Bupati juga mengungkapkan bahwa komitmen Pemerintah Kabupaten Bone terhadap pengelolaan kebersihan telah membuahkan hasil membanggakan. Kabupaten Bone berhasil meraih peringkat ke-10 nasional dalam kinerja pengelolaan sampah pada kategori bupati dan wali kota se-Indonesia.

Meski demikian, ia menegaskan capaian tersebut bukanlah akhir dari upaya yang dilakukan, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan dan penataan lingkungan.

“Prestasi ini patut kita syukuri, tetapi jangan membuat kita cepat puas. Justru ini menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi agar Bone menjadi daerah yang semakin bersih, tertib, dan nyaman bagi masyarakat,” tegasnya lagi.

Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan kerja bakti, setiap instansi mengerahkan satu pleton personel. Sementara sekolah-sekolah di Kecamatan Tanete Riattang, Tanete Riattang Barat, dan Tanete Riattang Timur masing-masing mengikutsertakan 60 guru dan tenaga kependidikan. Para camat juga diminta melibatkan lurah bersama masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Seluruh peserta diwajibkan membawa peralatan kerja sendiri agar proses pembersihan di setiap zona yang telah ditentukan dapat berlangsung lebih cepat dan maksimal.

Melalui kerja bakti akbar ini, Pemerintah Kabupaten Bone berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi vertikal, dunia pendidikan, dan masyarakat terus terpelihara. Dengan semangat gotong royong yang semakin kuat, Bone diharapkan terus berkembang menjadi daerah yang bersih, asri, sehat, dan nyaman untuk dihuni. (*)

Komentar

Berita Terkini