-->

Di Tangan Beramal, Pertumbuhan Ekonomi Bone 2025 Tembus 6,03 Persen, PDRB Per Kapita Capai Rp64,76 Juta

BONE, KLIKWARTA.ID --- Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir di era pemerintahan Beramal (Bersama Andi Asman Sulaiman – Andi Akmal Pasluddin). 

Pasca pandemi Covid-19, perekonomian daerah berhasil pulih dan mengalami peningkatan signifikan.

Satu tahun memimpin, Bupati dan Wakil Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman S.Sos., M.M dan H Andi Akmal Pasluddin mencatat prestasi membanggakan.

Keduanya berhasil membawa Bone mencapai pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulsel dalam enam tahun terakhir.

Bahkan, pertumbuhan ekonomi Bone tahun 2025 menembus angka 6,03 persen, tertinggi kedua di Sulsel setelah Makassar.

Berdasarkan data periode 2020–2025, pertumbuhan ekonomi Bone yang sempat terkontraksi minus 0,23 persen pada tahun 2020 mulai bangkit pada 2021 dengan capaian 5,53 persen dan tetap stabil di angka 5,23 persen pada 2022. Pertumbuhan sempat melambat menjadi 3,77 persen pada 2023, namun kembali meningkat menjadi 5,56 persen pada 2024 dan menembus 6,03 persen pada 2025, tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Tingginya pertumbuhan ekonomi Bone, tidak lepas dari besarnya uang yang beredar di daerah ini. Tercatat atas dasar harga berlaku, pendapatan domestik regional bruto (PDRB) mencapai 54,21 Triliun. Kemudian, atas dasar harga konstan, PDRB-nya 28,45 Triliun.

“Alhamdulillah, secara nilai absolut, kita di urutan kedua setelah Kota Makassar,” ucap Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman S.Sos., M.M, Jumat (27/2/2026).

Lebih lanjut, ia juga mengatakan capaian tersebut dipengaruhi masuknya berbagai sumber anggaran ke Kabupaten Bone sepanjang tahun 2025.

“Berdasarkan data, pertumbuhan ini dipengaruhi banyaknya anggaran yang masuk dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, termasuk dukungan CSR dan sumber lainnya,” lanjutnya lagi.

Ia menyebutkan total perputaran anggaran di Kabupaten Bone pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp5 triliun yang turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, sektor pertanian menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi melalui program peningkatan indeks pertanaman (IP) 400 seluas lebih dari 42 ribu hektare. Komoditas jagung, program makan bergizi gratis berbasis bahan dan tenaga kerja lokal, keterlibatan UMKM, sektor peternakan, serta tingginya realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga turut memperkuat ekonomi daerah.

Selain itu, meningkatnya aktivitas perdagangan dan konsumsi masyarakat ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone.

Sejalan dengan itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Bone juga mengalami peningkatan konsisten, dari Rp48,67 juta pada 2021 menjadi Rp53,48 juta pada 2022, Rp57,02 juta pada 2023, Rp60,26 juta pada 2024, dan mencapai Rp64,76 juta pada 2025.

“Semakin tinggi nilai PDRB per kapita, semakin tinggi tingkat kesejahteraan atau kemakmuran masyarakat di daerah tersebut,” ungkap Bupati Bone.

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menjelaskan, selain besarnya anggaran pusat dan provinsi berupa infrastruktur, pertumbuhan ekonomi juga dengan besarnya dana CSR yang masuk ke Bone.

“Kemudian, penyumbang kedua itu program IP300. Melalui program ini, pendapatan petani meningkat, ditambah harga gabah (beras) yang berpihak ke petani,” jelasnya.

Kemudian penyumbang ketiga lanjut Bupati, sektor pertanian jagung. Selanjutnya, program makan bergizi gratis penyumbang ketiga yang menekankan konsumsi pangan bahan berbasis lokal serta  penyerapan tenaga kerja lokal sehingga perputaran uang di Kabupaten Bone cukup tinggi.

“Penyumbang pertumbuhan ekonomi lainnya, yakni sektor UMKM. Alhamdulillah, UMKM di Bone tumbuh. Contoh di taman Arung Palakka, perputaran uang di sana sangat tinggi. Parkirnya saja, Bone bisa mendapatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Rp200 juta,” ungkapnya.

Penyumbang berikutnya, yakni sektor peternakan, termasuk realisasi KUR. “Bone bahkan terbesar kedua realisasi KUR di Sulsel. Berdasarkan data per Desember 2025, Bone menjadi salah satu daerah dengan penyaluran KUR tertinggi di Sulawesi Selatan, menembus angka Rp1,7 triliun hingga awal tahun 2026, terutama didominasi sektor pertanian,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bone terus mendorong penguatan ekonomi lokal melalui peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur, serta pemberdayaan UMKM guna menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*/rls)

Komentar

Berita Terkini