-->

Unik! El Niño Mengancam, Petani Bone Justru Tetap Tanam Padi

BONE,KLIKWARTA.ID — Di tengah musim kemarau dan ancaman El Niño, petani di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, justru tetap turun ke sawah untuk menanam padi. Langkah ini menjadi bukti semangat petani dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus mempertahankan ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim.

Semangat tersebut terlihat dalam Gerakan Tanam Padi PM AAS yang dipimpin langsung Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, di Dusun Talumae, Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan tanam perdana itu menjadi momentum untuk mengoptimalkan peluang tanam yang masih tersedia, meski kondisi cuaca dan ketersediaan air menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pertanian.

“Alhamdulillah, walau musim El Niño, musim kemarau, petani Bone tetap melakukan tanam perdana,” ucap Andi Asman Sulaiman, Kamis (22/10/2026).

Menurut Bupati, aktivitas tanam padi di tengah musim kemarau merupakan hal yang unik sekaligus patut diapresiasi. Ketika perubahan iklim menjadi tantangan bagi pertanian, petani Bone tetap berupaya memanfaatkan peluang untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Ia berharap semangat tersebut menjadi dorongan bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas dan produksi padi di Kabupaten Bone.

Dukungan sarana dan alat pertanian modern yang difasilitasi Menteri Pertanian RI, H. Andi Amran Sulaiman, juga diharapkan memperkuat kemampuan petani dalam mengoptimalkan kegiatan budidaya.

“Ini menjadi bukti bahwa petani kita memiliki semangat dan inovasi untuk terus berproduksi. Dengan pemanfaatan teknologi pertanian modern, kita berharap produksi padi di Bone semakin meningkat dan ketahanan pangan tetap terjaga,” ujarnya.

Gerakan tanam padi tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong sektor pertanian agar tetap produktif di tengah dinamika iklim. Pemanfaatan teknologi, dukungan sarana pertanian, serta pengelolaan musim tanam diharapkan dapat membantu petani mempertahankan produksi.

Meski demikian, keberlanjutan tanam di tengah kemarau tetap membutuhkan pengelolaan air yang baik agar tanaman dapat tumbuh optimal hingga masa panen.

Dirangkaikan Penyaluran Bantuan Sembako

Tak hanya berfokus pada sektor pertanian, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan konsumtif berupa paket sembako dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bone.

Bantuan itu diberikan kepada perwakilan petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone sebagai bentuk kepedulian terhadap para tenaga kebersihan yang berperan menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone berupaya memadukan dorongan terhadap produktivitas pertanian dengan kepedulian sosial kepada para petugas pelayanan publik.

Di tengah kemarau dan ancaman El Niño, petani yang tetap menanam padi di Bukaka membawa pesan penting: menjaga ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan semangat, tetapi juga membutuhkan dukungan teknologi, pengelolaan air, dan kerja sama berbagai pihak. (*)

 

Komentar

Berita Terkini