-->

Setelah 52 Tahun Perjalanan Dharma Wanita, Andi Hikmawati Winarno Jadi Perempuan TNI Pertama Pimpin DWP Sulsel

—- Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Komunikasi Efektif Jaga Kekompakan Organisasi 

MAKASSAR,KLIKWARTA.ID — Lebih dari setengah abad setelah Dharma Wanita berdiri pada 1974, catatan baru hadir di Sulawesi Selatan. Andi Hikmawati Winarno menjadi perempuan pertama dari kalangan TNI yang dipercaya memimpin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulsel.

Dharma Wanita sendiri pertama kali dibentuk pada 5 Agustus 1974 sebagai organisasi para istri Pegawai Republik Indonesia. Setelah mengalami perubahan pada era Reformasi, organisasi tersebut kemudian bertransformasi menjadi Dharma Wanita Persatuan pada 7 Desember 1999.

Kini, lebih dari lima dekade sejak organisasi itu pertama kali dibentuk, Andi Hikmawati hadir dengan latar belakang yang berbeda. Ia merupakan perwira TNI aktif yang bertugas di Ajendam XIV/Hasanuddin dan dipercaya menjalankan tugas sebagai Penjabat (Pj) Ketua DWP Sulsel.

Momentum perdana kepemimpinannya berlangsung saat Pertemuan Bulanan DWP Sulsel yang dihadiri seluruh pengurus DWP Sekretariat Daerah Provinsi Sulsel di Toraja Room, Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (13/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Andi Hikmawati tidak hanya memperkenalkan kepemimpinannya, tetapi langsung menekankan pentingnya kolaborasi, komunikasi efektif, dan kekompakan untuk menjaga soliditas organisasi.

Pertemuan itu menjadi agenda perdana Andi Hikmawati setelah mendampingi suaminya, Andi Winarno Eka Putra, yang dilantik sebagai Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan pada 5 Oktober 2026.

Bagi Andi Hikmawati, posisi tersebut membawa tanggung jawab untuk menjaga organisasi tetap solid sekaligus mendorong anggotanya mengambil peran dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Melalui pertemuan silaturahmi ini, kita tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan berkomunikasi yang efektif, baik dalam berorganisasi maupun kehidupan sehari-hari,” ujar Andi Hikmawati.

Ia mengingatkan, DWP sebagai organisasi yang mewadahi para istri Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak hanya berfokus pada pengembangan internal. Organisasi juga memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung berbagai program kerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Karena itu, ia mengajak seluruh anggota DWP memperkuat komunikasi dan kolaborasi agar setiap program organisasi dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata.

Andi Hikmawati juga menyoroti pentingnya keseimbangan dalam menjalankan berbagai peran, baik sebagai istri, anggota organisasi maupun perempuan yang berkiprah di dunia profesional.

Menurutnya, kemampuan menempatkan diri dan mengelola berbagai peran menjadi bagian penting untuk menjaga DWP tetap aktif dan solid.

“Sebagai istri ASN sekaligus perempuan yang berkiprah di dunia profesional, kita harus mampu menempatkan diri dan mengelola peran dengan baik. Tentu, restu dan dukungan suami menjadi fondasi penting dalam melancarkan setiap aktivitas yang kita jalankan,” jelasnya.

Pertemuan tersebut juga dirangkaikan dengan pelatihan public speaking dan keprotokolan. Kegiatan menghadirkan Yati Makkatutu dari Bagian Protokol Biro Umum Setda Provinsi Sulsel serta Daniyati dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar sebagai narasumber.

Pelatihan itu diarahkan untuk meningkatkan kapasitas anggota DWP, khususnya dalam kemampuan berkomunikasi di depan publik dan memahami tata keprotokolan.

Dengan kepemimpinan baru tersebut, Andi Hikmawati mendorong DWP Sulsel terus memperkuat kebersamaan, meningkatkan kapasitas anggota, dan mengambil bagian dalam mendukung program pembangunan di Sulawesi Selatan. (*)

Komentar

Berita Terkini