-->

Putra Bone Puncaki Survei Menteri, Amran Sulaiman Raih Penilaian 13,5 Persen

JAKARTA,KLIKWARTA.ID  — Nama putra Bone, Sulawesi Selatan, Andi Amran Sulaiman, kembali mencuri perhatian di tingkat nasional.

Menteri Pertanian RI itu memperoleh penilaian tertinggi dalam survei terhadap menteri yang dinilai berkinerja baik dalam melayani masyarakat, dengan angka 13,5 persen.

Hasil tersebut menempatkan Amran di posisi teratas dalam daftar nama menteri yang disebut responden dalam survei Adidaya Institute. Capaian itu sekaligus menjadi catatan tersendiri bagi tokoh asal Kabupaten Bone yang kini dipercaya memimpin Kementerian Pertanian di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Di bawah Amran, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memperoleh 11,6 persen, sementara Menteri Agama Nasaruddin Umar berada di angka 10,8 persen.

Survei tersebut menggambarkan persepsi publik terhadap kinerja para menteri, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Namun, di balik tingginya apresiasi terhadap sejumlah menteri, survei yang sama juga menunjukkan masih adanya catatan terhadap profesionalisme Kabinet Merah Putih.

Sebanyak 46,5 persen responden menilai para menteri belum bekerja secara profesional. Sementara 38,5 persen responden menilai para menteri telah bekerja secara profesional.

Direktur Politik dan Demokrasi Adidaya Institute, Ahmad Fadhli, mengatakan metode pengambilan sampel menjadi salah satu aspek penting dalam membaca hasil survei.

Menurut dia, probability sampling memberikan peluang yang sama dan terukur bagi setiap warga dewasa untuk menjadi responden. Metode tersebut memungkinkan hasil survei digeneralisasi terhadap populasi sesuai rancangan penelitian sekaligus memungkinkan penghitungan margin of error secara statistik.

“Survei persepsi publik pada dasarnya ingin memotret pandangan seluruh warga, bukan hanya mereka yang mudah dijangkau. Probability sampling memungkinkan itu. Petani di desa, ibu rumah tangga, nelayan, dan warga lanjut usia punya peluang yang sama untuk ditanya seperti warga kota yang aktif di media sosial,” kata Fadhli.

Ia menjelaskan, survei dengan metode non-probability sampling, seperti survei daring terbuka, berpotensi lebih banyak menjangkau kelompok masyarakat yang memiliki akses internet atau ketertarikan khusus terhadap isu tertentu.

Karena itu, menurut Fadhli, metode pengambilan sampel perlu menjadi pertimbangan ketika publik membaca dan menarik kesimpulan dari hasil survei.

Sementara itu, Direktur Politik dan Demokrasi Adidaya Institute Rahman menilai angka profesionalisme kabinet tersebut menjadi sinyal bahwa kinerja para menteri masih perlu diperkuat.

“Ini indikator kuat bahwa kinerja para menteri belum memuaskan publik. Masyarakat bisa langsung menilai manfaat dari layanan masing-masing kementerian. Para menteri harus bekerja lebih keras lagi,” ujarnya.

Bagi Andi Amran Sulaiman, perolehan 13,5 persen tersebut menjadi catatan positif dalam survei persepsi publik terhadap kinerja jajaran Kabinet Merah Putih.

Dari Bone ke panggung pemerintahan nasional, nama Amran kini tercatat sebagai menteri yang paling banyak disebut dalam penilaian positif responden pada survei tersebut. (*)

Komentar

Berita Terkini