BONE,KLIKWARTA.ID — Harapan menghadirkan ruang belajar yang lebih aman bagi puluhan anak di TK Kartika XX-37 Yonarmed 21/Kawali mulai memasuki babak baru. Rencana revitalisasi sekolah yang kondisi bangunannya telah mengalami sejumlah keretakan kini masuk tahap penganggaran.
Proses tersebut dilakukan setelah Tim Teknis Dinas Pendidikan Kabupaten Bone melakukan peninjauan terhadap kondisi sarana dan prasarana sekolah pada akhir September 2026.
Komandan Batalyon Armed 21/Kawali, Letkol Arm Rianto Hartomo, mengatakan proses administrasi dan mekanisme penganggaran saat ini terus berjalan sebagai bagian dari persiapan pengerjaan fisik.
“Prosesnya masih terus berjalan karena saat ini masih dalam tahap penyerapan anggaran,” katanya, Senin (12/10/2026).
Revitalisasi TK Kartika XX-37 menjadi kebutuhan mendesak lantaran bangunan sekolah yang berukuran sekitar 18,5 meter x 7 meter tersebut telah berdiri selama puluhan tahun.
Bangunan itu bahkan sudah ada jauh sebelum Batalyon Armed 21/Kawali terbentuk, yakni sejak era Kompi Senapan B Yonif 726/Tamalatea.
Seiring usia bangunan, kondisi fisiknya kini mengalami kerusakan. Sejumlah bagian dinding mengalami keretakan sehingga kondisi gedung dinilai tidak lagi ideal untuk menunjang aktivitas belajar-mengajar.
“Memang bangunan TK Kartika XX-37 ini sudah sangat tua dan rapuh, karena terdapat banyak bagian yang sudah retak dan tidak layak lagi untuk proses belajar mengajar,” tegas Letkol Arm Rianto.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena TK Kartika XX-37 saat ini menjadi salah satu fasilitas pendidikan anak usia dini bagi masyarakat di lingkungan sekitar, dengan jumlah peserta didik mencapai 45 murid.
Sementara itu, alternatif fasilitas TK terdekat berada sekitar 1,6 kilometer dari sekolah tersebut.
Rehabilitasi Total hingga Penataan Lingkungan
Melalui dukungan program unggulan Presiden Republik Indonesia, revitalisasi TK Kartika XX-37 diarahkan tidak sekadar memperbaiki bagian bangunan yang rusak.
Pengerjaan direncanakan mencakup rehabilitasi total ruang kelas sekaligus penyediaan perabot baru, seperti meja, kursi, dan papan tulis.
Penataan lingkungan sekolah juga menjadi bagian dari revitalisasi, antara lain pembenahan pagar dan pemasangan kanopi sebagai pelindung.
Hasil survei teknis Dinas Pendidikan Bone sebelumnya juga mengidentifikasi sejumlah kebutuhan penunjang lainnya.
Di antaranya pemasangan tandon air bersih, pembenahan pagar sekolah, pengadaan wahana permainan edukatif, serta pemasangan paving block agar halaman sekolah lebih nyaman dan tidak becek.
Dapat Tambahan Gedung dari Yayasan Kartika Jaya
Dukungan terhadap pengembangan TK Kartika XX-37 juga datang dari jajaran Persit KCK dan Yayasan Kartika Jaya.
Atas rekomendasi Ketua Kartika Jaya Cabang XX Hasanuddin, Ny. Renny Bangun Nawoko, bersama Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Ketua Pembina Yayasan Kartika Jaya yang merupakan Ibu KASAD turut memberikan bantuan fisik berupa gedung tambahan berukuran 13 meter x 9 meter.
Gedung tambahan tersebut direncanakan terdiri atas satu ruang kelas tambahan, satu ruang guru, serta dua unit fasilitas sanitasi atau WC yang dipisahkan untuk siswa putra dan putri.
Revitalisasi dan penambahan fasilitas tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan ruang belajar sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, nyaman, dan representatif bagi anak-anak.
Program ini sekaligus memperkuat sinergi antara Pemkab Bone, Kodam XIV/Hasanuddin, dan Yayasan Kartika Jaya dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan anak usia dini.
Bagi 45 murid yang selama ini belajar di bangunan tua tersebut, revitalisasi bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Lebih dari itu, pembenahan sekolah menjadi langkah untuk memastikan mereka mendapatkan ruang belajar yang lebih layak dan aman. (*)




