BONE,KLIKWARTA.ID — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran melalui edukasi dan pemeriksaan sarana proteksi kebakaran di lingkungan pendidikan.
Pada Kamis (22/10/2026), tim penyuluh Damkar dan Penyelamatan Bone menggelar penyuluhan pencegahan kebakaran serta simulasi penanggulangan kebakaran bagi siswa dan staf pengajar SMK 2 Watampone. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan inspeksi peralatan proteksi kebakaran di Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan Jenderal Sudirman, Watampone.
Penyuluhan di SMK 2 Watampone dipimpin Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone, Ir. Akbar, S.T., M.T., bersama tim penyuluh.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam mengenali potensi bahaya kebakaran, memahami langkah pencegahan, serta mengetahui tindakan yang tepat ketika kebakaran terjadi.
Dalam penyuluhan itu, peserta mendapatkan materi mengenai prosedur pencegahan kebakaran, teori terjadinya api, penanganan awal kebakaran, hingga tata cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Tim penyuluh juga memberikan edukasi tentang prosedur evakuasi dan penyelamatan diri dari bangunan yang mengalami kebakaran.
Tidak hanya melalui pemaparan teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik di luar ruangan. Para peserta diberikan pemahaman mengenai cara mengantisipasi kebakaran akibat kompor dan tabung gas yang tidak terkendali, termasuk penggunaan Alat Pemadam Api Tradisional (APAT) dan APAR.
Para siswa dan staf pengajar SMK 2 Watampone mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Melalui praktik langsung, peserta diharapkan lebih siap menghadapi situasi darurat serta mampu mengambil tindakan awal secara tepat dan aman.
Usai kegiatan di sekolah, tim penyuluh Damkar Bone melanjutkan agenda dengan melakukan inspeksi peralatan proteksi kebakaran di Kampus UNM, Jalan Jenderal Sudirman, Watampone.
Inspeksi tersebut mencakup pemeriksaan proteksi kebakaran aktif, yakni ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta komponen proteksi pasif dan sarana pendukung keselamatan bangunan.
Adapun komponen yang diperiksa meliputi ketersediaan tanda jalur evakuasi, rambu titik kumpul, pencahayaan, serta akses keluar untuk evakuasi darurat.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui ketersediaan sarana pendukung keselamatan kebakaran di lingkungan kampus, sehingga dapat menunjang kesiapsiagaan penghuni bangunan apabila terjadi keadaan darurat.
Melalui penyuluhan, simulasi, dan inspeksi tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kebakaran.
Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa penanggulangan kebakaran tidak hanya bergantung pada kecepatan petugas saat memadamkan api, tetapi juga pada pengetahuan, kesiapan, dan ketersediaan sarana keselamatan sejak sebelum kebakaran terjadi. (*)









