SINJAI,KLIKWARTA.ID — Bukan sekadar bangunan. Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai, mulai membuktikan dampak ekonominya.
Selama uji coba operasional pada Mei-Agustus 2026, pendapatan rata-rata nelayan melonjak 76,2 persen, dari sekitar Rp2,6 juta menjadi Rp4,6 juta per bulan.
Tak hanya pendapatan. Harga tuna yang diterima nelayan juga meningkat dari sekitar Rp30 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram.
Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa keberhasilan KNMP tidak cukup diukur dari berapa banyak dermaga, pabrik es, atau gudang beku yang dibangun. Ukuran utamanya adalah apakah fasilitas tersebut benar-benar hidup, produksi bergerak, pasar terbuka, dan pendapatan nelayan meningkat.
Karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat pengelolaan KNMP melalui sinergi dengan Kementerian Koperasi, Kementerian Keuangan, serta Badan Pengaturan BUMN.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dan kerja sama lintas kementerian/lembaga di KNMP Tongke-Tongke, Sinjai, Jumat, (25/09/2026).
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih disiapkan menjadi salah satu penggerak utama ekosistem usaha di kawasan tersebut.
Koperasi nantinya berperan sebagai offtaker hasil tangkapan nelayan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk kelautan dan perikanan.
65 Ton Tuna, Nilainya Rp2,54 Miliar
Dampak KNMP Tongke-Tongke juga terlihat dari aktivitas pemasaran hasil tangkapan nelayan.
Selama masa uji coba operasional, 65 ton tuna telah dikirim sebanyak lima kali dengan nilai mencapai sekitar Rp2,54 miliar.
Yang berubah bukan hanya jumlah ikan yang dipasarkan, tetapi juga jalur distribusinya.
Tuna yang sebelumnya dipasarkan melalui Makassar dalam bentuk utuh kini diolah menjadi tuna loin dan dikirim langsung ke Jakarta.
Pola tersebut membuat distribusi lebih efisien dengan penghematan biaya pengiriman sekitar Rp1,5 juta setiap pengiriman.
Artinya, fasilitas KNMP mulai mendorong rantai usaha dari hulu hingga hilir—dari hasil tangkapan nelayan, pengolahan, hingga akses pasar.
Uji coba operasional tersebut juga menyerap 39 tenaga kerja, sementara 80 anggota koperasi terlibat dalam ekosistem KNMP Tongke-Tongke.
Menteri KKP: KNMP Tak Boleh Berhenti di Infrastruktur
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, KNMP tidak boleh berhenti pada pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi nelayan selama ini tidak hanya berkaitan dengan sarana produksi, tetapi juga modal, biaya operasional, perlindungan, dan kepastian pasar.
“KNMP tidak boleh berhenti pada pembangunan infrastruktur. Yang kita bangun adalah ekosistem ekonomi nelayan,” jelas Sakti.
Ekosistem tersebut diarahkan agar nelayan mendapatkan sarana produksi, akses modal yang lebih mudah, perlindungan asuransi, serta kepastian penyerapan hasil tangkapan.
Hasil uji coba di Tongke-Tongke menjadi salah satu gambaran awal dari arah tersebut.
Pendapatan rata-rata nelayan naik dari Rp2,6 juta menjadi Rp4,6 juta per bulan. Harga tuna meningkat dari Rp30 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram.
Sebanyak 65 ton tuna juga telah menembus pasar Jakarta dengan nilai sekitar Rp2,54 miliar setelah melalui proses pengolahan menjadi tuna loin.
“Bagi saya, inilah ukuran keberhasilan KNMP. Bukan berapa banyak bangunan yang berdiri, tetapi seberapa besar pendapatan dan kesejahteraan nelayan meningkat,” ujarnya.
KNMP Harus Hidup, Bukan Sekadar Berdiri
Penguatan berbasis koperasi tersebut diarahkan untuk memastikan fasilitas KNMP seperti dermaga, pabrik es, dan gudang beku dapat dimanfaatkan secara profesional dan berkelanjutan.
Koperasi diharapkan menjadi penghubung antara nelayan dengan ekosistem usaha, mulai dari produksi hingga pemasaran.
Dengan demikian, KNMP tidak hanya menghadirkan infrastruktur perikanan di desa pesisir, tetapi juga mendorong transformasi ekonomi masyarakat.
Ukuran keberhasilannya pun semakin jelas: produksi dan mutu meningkat, biaya semakin efisien, pasar semakin luas, lapangan kerja tumbuh, dan pendapatan nelayan naik.
Tongke-Tongke menjadi salah satu contoh awal bahwa ketika infrastruktur terhubung dengan koperasi dan pasar, manfaat KNMP dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir.
Pesan akhirnya sederhana: KNMP bukan sekadar membangun kampung nelayan. KNMP harus membuat nelayan naik kelas. (*)
#NelayanNaikKelas #KampungNelayanMerahPutih #SaktiWahyuTrenggono #KKPGOID


