MAKASSAR,KLIKWARTA.ID — Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Selatan melakukan terobosan dalam sistem kaderisasi anggota dengan menggandeng konsultan produktivitas dan manajemen berkaliber internasional, Coach Armala, MPS.
Kolaborasi tersebut digagas Ketua Umum BPD HIPMI Sulsel, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan dan karakter para pengusaha muda di Sulawesi Selatan.
Coach Armala, MPS, diketahui merupakan Presiden Direktur Human Plus Institute. Ia juga disebut sebagai orang Indonesia pertama yang memperoleh sertifikasi Master of Productivity Specialist (MPS) dari Association of Productivity Specialist (APS) yang berbasis di New York, Amerika Serikat.
Sinergi tersebut diwujudkan melalui program kaderisasi kepemimpinan intensif yang digelar di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Senin (28/9/2026) pagi.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari dan diikuti puluhan pengurus inti serta perwakilan kader BPC HIPMI dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Program tersebut berfokus pada penguatan pola pikir, karakter, produktivitas, serta kapasitas kepemimpinan para wirausahawan muda. Langkah ini dinilai penting menghadapi dinamika dunia usaha dan ekonomi yang semakin kompleks.
Ketua Umum BPD HIPMI Sulsel, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, mengatakan transformasi pola pikir dan peningkatan kapasitas kepemimpinan menjadi bagian penting dalam membentuk pengusaha muda yang tidak hanya memiliki kemampuan bisnis, tetapi juga integritas dan visi jangka panjang.
“Selama ini mekanisme kaderisasi kita masih tergolong normatif dan belum menyentuh aspek leadership personal secara mendalam. Kolaborasi bersama Coach Armala ini adalah terobosan nyata dari kami,” kata Andi Amar dalam pembukaan kegiatan.
Menurut AMS, seorang wirausahawan modern tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengembangkan bisnis dan mengejar keuntungan. Pengusaha muda juga perlu memiliki integritas, kepekaan sosial, kemampuan memimpin, serta visi yang berorientasi pada keberlanjutan.
Ia menambahkan, pelatihan intensif selama tiga hari tersebut dirancang untuk memperkokoh fondasi internal para kader HIPMI sebelum mereka mengambil tanggung jawab yang lebih besar, baik dalam organisasi maupun dunia usaha.
“Ini menjadi modal utama sebelum mereka melangkah memimpin organisasi maupun skala bisnis yang lebih besar,” tambah Anggota Komisi III DPR RI.
Melalui program tersebut, HIPMI Sulsel menempatkan kaderisasi bukan hanya sebagai proses regenerasi organisasi, tetapi juga sebagai ruang pengembangan kapasitas pengusaha muda agar mampu menghadapi perubahan dan tantangan dunia usaha secara lebih adaptif. (*)
