Tak butuh waktu lama. Laporan diterima Danyonarmed 21/Kawali sekitar pukul 08.00 WITA. Lima menit kemudian, personel langsung diberangkatkan menuju lokasi bersama kendaraan pemadam milik Yonarmed 21/Kawali.
Sekitar pukul 08.20 WITA, Letda Arm Ramli selaku Pasiintel Yonarmed 21/Kawali dan Letda Arm Isac selaku Pasi Ops Yonarmed 21/Kawali bersama 10 personel tiba di lokasi.
Tanpa menunggu lama, personel langsung mengambil posisi dan mengoperasikan kendaraan pemadam untuk memutus kobaran api. Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 08.30 WITA.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 08.45 WITA, api berhasil dipadamkan.
Setelah memastikan kobaran api telah padam, personel melakukan pengecekan terhadap kondisi lokasi, personel, dan materiel. Penanganan di lokasi selesai sekitar pukul 09.00 WITA.
Seluruh personel kemudian kembali ke Asrama Yonarmed 21/Kawali dan tiba sekitar pukul 09.10 WITA.
Rumah yang terbakar merupakan milik Sultan (45), seorang petani, dan Nurjannah (43), ibu rumah tangga. Keduanya merupakan warga Dusun Pammase, Desa Selli, Kecamatan Bengo.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, api menghanguskan satu unit rumah, satu unit sepeda motor, dan dua mesin pompa air.
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Sultan menjadi saksi pertama yang mengetahui kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan awal, kebakaran diduga dipicu kompor gas yang lupa dimatikan.
Gerak cepat prajurit Yonarmed 21/Kawali menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran. Begitu laporan diterima, personel langsung dikerahkan bersama kendaraan pemadam untuk membantu warga mengendalikan api. (*)


