-->

2027 Tambah 2.000 Titik, KNMP Dikebut Jadi 5.000 Kampung pada 2029: Desa Nelayan Terpencil Ikut Dibidik


SINJAI,KLIKWARTA.ID — Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) bakal diperluas besar-besaran. Pemerintah menargetkan 2.000 titik baru dibangun pada 2027, sebelum dikebut hingga mencapai 5.000 titik pada akhir 2029.

Tak hanya menyasar desa nelayan di kawasan pesisir yang mudah dijangkau, program tersebut juga akan menyentuh wilayah terpencil hingga pulau-pulau.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, perluasan KNMP merupakan kelanjutan dari program yang mulai dibangun pemerintah sejak 2025.

Hal itu disampaikan Trenggono saat mengunjungi KNMP Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Jumat (25/9/2026).

Trenggono menyebut, tahap pertama pembangunan KNMP telah mencakup 100 titik dan kini mulai beroperasi. Program tersebut selanjutnya akan diperluas hingga mencapai 1.369 titik di seluruh Indonesia.

“Saya datang ke sini dengan Menteri Koperasi (Ferry Juliantono) untuk melihat secara langsung salah satu KNMP. Jadi (KNMP Tongke-Tongke ini merupakan) Kampung Nelayan Merah Putih dari 100 titik yang dibangun tahap pertama di 2025, yang sudah mulai beroperasi,” kata Trenggono.

Bukan Hanya Pesisir yang Mudah Dijangkau

Trenggono menegaskan, pembangunan KNMP tidak akan berhenti di wilayah pesisir yang mudah dijangkau.

Desa-desa nelayan di daerah terpencil hingga pulau-pulau juga masuk dalam sasaran pembangunan.

“Perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto) adalah seluruh nelayan, entah itu di pulau sekalipun, harus dibangun,” tegasnya.

Untuk memastikan pembangunan 2.000 titik pada 2027 tepat sasaran, pemerintah bahkan mulai melakukan survei sejak sekarang.

Trenggono mengatakan, dirinya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Survei yang akan bekerja sama dengan pemerintah daerah sekaligus turun langsung ke masyarakat nelayan.

Survei tersebut dilakukan untuk memetakan kebutuhan setiap wilayah sehingga pembangunan KNMP pada 2027 dapat lebih presisi.

“Jadi nanti yang (mulai pembangunan di tahun) 2027 itu akan semakin presisi lagi ya, karena surveinya sudah dimulai dari sekarang. Sudah saya bentuk Satgas Survei, untuk dia melakukan, bekerjasama dengan pemerintah daerah, dan juga langsung dengan masyarakat nelayan. Apa yang dibutuhkan dan seterusnya,” jelasnya lagi.

Usulan Daerah Bukan Satu-satunya Patokan

Menariknya, jumlah KNMP yang dibangun tidak otomatis mengikuti jumlah usulan pemerintah daerah.

Jika pemerintah daerah hanya mengusulkan satu titik, tetapi hasil survei pemerintah pusat menemukan kebutuhan lebih besar, pembangunan dapat dilakukan lebih banyak.

“Iya tapi kita turun, saya sudah buatkan Satgas Survei. Jadi Satgas Survei ini kalau kepala daerahnya misalnya lambat, hanya ngusulin satu, survei saya menemukan 10, ya saya bangun 10 gitu loh,” tegas Trenggono.

Artinya, survei lapangan akan menjadi bagian penting dalam menentukan kebutuhan pembangunan KNMP di masing-masing wilayah.

Target 5.000 Titik pada 2029

Pemerintah tidak berhenti pada target 2.000 titik pada 2027.

Trenggono menyebut, pembangunan KNMP akan terus diperluas hingga mencapai 5.000 titik pada akhir 2029.

“Harapannya, akhir tahun 2029 itu sudah 5.000 titik. Yang kita bangun jelas adalah desa-desa nelayan, yang termasuk yang paling terpencil sekalipun,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, fasilitas KNMP juga tidak akan dibuat seragam di seluruh Indonesia.

Pembangunan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah. Dengan demikian, fasilitas yang dibangun di sebuah desa nelayan dapat berbeda dengan fasilitas di wilayah lainnya, mengikuti karakteristik aktivitas nelayan setempat.

Trenggono berharap, perluasan KNMP tidak sekadar menambah jumlah kampung yang dibangun, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

“Jadi ini kita akan jalankan terus, sempurnakan, sampai suatu saat Kampung Nelayan Merah Putih ini betul-betul memberikan kontribusi yang signifikan untuk pertumbuhan ekonomi setempat, dan peningkatan kesejahteraan dari para nelayan,” pungkasnya. (*)

Komentar

Berita Terkini