BONE,KLIKWARTA.ID —- Pemerintah Kabupaten Bone terus mengintensifkan upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam proses verifikasi usulan hibah rehabilitasi dan rekonstruksi yang diajukan Pemkab Bone.
Komitmen tersebut terlihat saat Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., menerima audiensi Tim Verifikasi BNPB di ruang kerjanya, Kantor Bupati Bone, Jalan Ahmad Yani, Watampone, Kamis (23/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi tahapan penting dalam memastikan seluruh dokumen, data lapangan, serta kesiapan pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat. Verifikasi dilakukan terhadap usulan hibah yang diajukan Pemerintah Kabupaten Bone sebagai bagian dari percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.
Dalam kesempatan itu, Bupati Bone menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan pemulihan yang menyeluruh bagi masyarakat, terutama melalui pembangunan kembali infrastruktur yang rusak agar pelayanan publik, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga akses kesehatan dapat kembali berjalan optimal.
“Kami berharap proses verifikasi ini berjalan lancar sehingga usulan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera direalisasikan. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat menjadi kunci untuk mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana,” harap Andi Asman Sulaiman.
Bupati Bone juga mengungkapkan, salah satu usulan prioritas yang tengah diverifikasi BNPB adalah pembangunan kembali tiga jembatan yang mengalami kerusakan akibat bencana. Ketiga jembatan tersebut berada di Kecamatan Palakka, Kecamatan Mare, dan Kecamatan Kahu.
“Semoga proses verifikasinya berjalan lancar. Nilai bantuannya diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah,” katanya usai menerima tim verifikasi BNPB.
Menurutnya, ketiga jembatan tersebut memiliki peran vital sebagai jalur penghubung masyarakat. Selain mendukung distribusi hasil pertanian, keberadaannya juga menjadi akses utama menuju fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta aktivitas perekonomian masyarakat.
Ia menambahkan, dukungan pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi bukan hanya bertujuan membangun kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan diharapkan mampu menciptakan infrastruktur yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.
“Pemkab Bone berkomitmen terus berkoordinasi dengan BNPB dan pemerintah pusat agar proses bantuan dapat segera terealisasi. Jika disetujui, pembangunan jembatan di tiga kecamatan tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Bone,” tutupnya.
Audiensi tersebut turut dihadiri perwakilan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan, serta Kepala BPBD Kabupaten Bone. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Bone.
Melalui proses verifikasi ini, Pemerintah Kabupaten Bone berharap usulan hibah rehabilitasi dan rekonstruksi mendapat persetujuan dari BNPB sehingga berbagai program pemulihan dapat segera direalisasikan. Harapan besar pun tertuju pada terwujudnya infrastruktur yang lebih baik, pelayanan publik yang semakin optimal, serta masyarakat Bone yang semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa depan. (*)



