JAKARTA,KLIKWARTA.ID -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat pembangunan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dengan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang profesional sebagai pengelola kawasan.
Langkah ini dilakukan melalui Pelatihan Manajerial SDM Pengelola KNMP yang digelar serentak pada 17–29 Juli 2026 di 10 satuan pendidikan TNI di berbagai wilayah Indonesia.
Pelatihan tersebut diikuti oleh lebih dari 5.000 calon pengelola KNMP yang dipersiapkan menjadi motor penggerak pengembangan ekonomi masyarakat pesisir. KKP menilai pembangunan infrastruktur saja tidak cukup untuk mewujudkan kawasan nelayan yang maju dan mandiri tanpa didukung SDM yang kompeten dalam mengelola berbagai fasilitas yang tersedia.
Beragam fasilitas yang dibangun di kawasan KNMP, seperti pabrik es, cold storage, sentra kuliner, hingga sarana pendukung lainnya, diharapkan mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat apabila dikelola secara profesional. Karena itu, KKP berkomitmen menghadirkan pengelola yang mampu mengubah potensi sumber daya kelautan dan perikanan menjadi nilai tambah yang meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Dalam sistem pengelolaan KNMP, terdapat empat peran utama yang menjadi tulang punggung operasional kawasan, yakni Manajer Operasional, Kepala Produksi, Penjamin Mutu, serta Administrasi dan Keuangan. Keempat fungsi tersebut akan bekerja secara terpadu untuk memastikan pengelolaan kawasan berjalan efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui pengelolaan yang profesional, hasil tangkapan nelayan tidak lagi hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah, dijaga kualitasnya, dan dipasarkan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Kondisi ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, saat membuka pelatihan mengajak seluruh peserta untuk menjaga integritas, disiplin, terus meningkatkan kapasitas diri, serta membangun kolaborasi yang erat dengan masyarakat.
“Keberhasilan Program Kampung Nelayan Merah Putih sangat ditentukan oleh kualitas SDM yang mengelolanya bersama masyarakat pesisir. Karena itu, peserta diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan di daerah masing-masing,” ujarnya, Jumat, (17/07/2026).
Pembukaan pelatihan turut dihadiri perwakilan Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), PT Agrinas Jaladri Nusantara, Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bukti kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam menyiapkan pengelola KNMP yang profesional dan siap bertugas di seluruh Indonesia.
Melalui pelatihan ini, KKP berharap semangat “KNMP, Nelayan Naik Kelas” dapat terwujud secara nyata, dengan menghadirkan kawasan pesisir yang produktif, modern, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan usaha perikanan yang berkelanjutan. (*)









