-->

Bone Bersiap Gelar Gau Maraja 2026. Bupati AAS Ingin Festival Semarak Hingga Tingkat Kecamatan


BONE,KLIKWARTA.ID —- Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., menerima audiensi rombongan Gelora Kultura Management selaku pelaksana Festival Gau Maraja Tahun 2026 di Rumah Jabatan Bupati, Jl Petta Ponggawae, Senin (6/7/2026).

Audiensi tersebut membahas kesiapan pelaksanaan Festival Gau Maraja Seni Budaya Agraris Bone Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone. 


Festival ini juga menjadi bagian dari rangkaian  Hari Jadi Bone (HJB) ke-696.

Dalam kesempatan itu, Event Organizer (EO) Gau Maraja, Juan Manyala, memaparkan konsep besar festival beserta rencana teknis pelaksanaannya. Paparan tersebut mendapat perhatian serius dari Bupati Bone yang menilai Gau Maraja memiliki nilai strategis, bukan hanya sebagai ruang pertunjukan seni, tetapi juga sebagai wahana memperkuat jati diri masyarakat Bone.

Bagi Bupati Bone, keberhasilan sebuah festival budaya tidak hanya diukur dari kemegahan panggung atau banyaknya pengunjung. Lebih dari itu, keberhasilan terletak pada sejauh mana masyarakat merasa menjadi bagian dari perayaan tersebut.

“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh pemerhati seni dapat dilibatkan dalam kegiatan ini. Festival Gau Maraja merupakan kesempatan yang sangat berharga karena pelaksanaannya digilir di setiap kabupaten di Sulawesi Selatan. Jadi momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.

Pesan itu menjadi penegasan bahwa Gau Maraja harus menjadi panggung bersama. Bupati menginginkan keterlibatan para seniman, budayawan, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh masyarakat, komunitas budaya hingga generasi muda agar festival benar-benar tumbuh dari masyarakat dan kembali untuk masyarakat.

Tak berhenti pada konsep partisipasi, Bupati Bone juga memberikan sejumlah masukan terhadap rancangan kegiatan. Bahkan, ia mengoreksi beberapa bagian konsep festival agar lebih mencerminkan karakter Bone sebagai daerah agraris yang kaya akan tradisi dan nilai-nilai budaya.

Salah satu usulan penting yang mengemuka adalah tema utama “Lumbung Pangan Sepanjang Masa.”Tema tersebut dinilai selaras dengan filosofi Lappo Ase, simbol ketahanan pangan sekaligus cerminan kekayaan budaya agraris masyarakat Bone yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Menurutnya, tema tersebut tidak hanya memperkuat identitas festival, tetapi juga menjadi pesan bahwa budaya dan ketahanan pangan merupakan dua hal yang saling menguatkan dalam perjalanan sejarah Kabupaten Bone.

Ia juga mengusulkan agar kemeriahan Gau Maraja tidak hanya terpusat pada puncak acara. BupAAS berharap seluruh kecamatan di Kabupaten Bone lebih dahulu menggelar kegiatan Pra Gau Maraja sebagai rangkaian menuju festival utama.

Melalui kegiatan tersebut, setiap kecamatan dapat menampilkan kekayaan seni, budaya, tradisi, serta kearifan lokal yang dimiliki. Selain menjadi media promosi, Pra Gau Maraja diharapkan mampu membangun rasa memiliki masyarakat terhadap festival yang akan digelar.

“Saya berharap jika memungkinkan, Pra Gau Maraja dilaksanakan di setiap kecamatan. Masing-masing kecamatan dapat mengangkat potensi budaya dan kearifan lokalnya sebagai bagian dari promosi menuju festival utama. Dengan begitu, masyarakat akan lebih antusias dan memiliki rasa memiliki terhadap Gau Maraja,” harapnya.

Harapan besar itu berpuncak pada satu cita-cita, yakni menjadikan Festival Gau Maraja 2026 sebagai tonggak baru perkembangan seni, budaya, sekaligus pariwisata Kabupaten Bone.

“Intinya, saya ingin Festival Gau Maraja berlangsung semarak, memberikan dampak nyata bagi masyarakat, serta menjadi sejarah yang membanggakan bagi Kabupaten Bone,” jelasnya lagi.

Audiensi tersebut turut dihadiri Tim Ahli Bupati Bone, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bone, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone beserta jajaran terkait

Dari ruang pertemuan sederhana itu, semangat besar mulai dirajut. Gau Maraja 2026 diharapkan bukan hanya menghadirkan kemeriahan festival, tetapi juga menjadi ruang bertemunya warisan budaya, semangat gotong royong, dan kebanggaan masyarakat Bone dalam menjaga identitasnya untuk diwariskan kepada generasi mendatang. (*)

Komentar

Berita Terkini