—- Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bone Dorong Mahasiswa dan Pemuda Berani Ambil Peran Kepemimpinan
BONE,KLIKWARTA.ID —- Tim dosen Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Sekolah Kepemimpinan Perempuan bagi mahasiswa dan pemuda di Kabupaten Bone, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) PNBP Tahun 2026 tersebut mengusung tema “Kepemimpinan Perempuan Bugis: Menilik Peluang dan Tantangan” dan dilaksanakan bekerja sama dengan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sulekka.M.
Program ini menghadirkan Anggota DPRD Bone, Andi Purnama Sari, S.E., sebagai pemantik diskusi.
Dalam paparannya, ia membagikan pengalaman terkait dinamika kepemimpinan perempuan di ruang politik dan pemerintahan, termasuk berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi perempuan dalam mengambil peran strategis di tengah masyarakat.
Ketua Tim PKM UNM, Sopian Tamrin, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membuka ruang belajar dan dialog bagi generasi muda, khususnya perempuan, agar semakin memahami pentingnya kepemimpinan yang inklusif dan mampu menjawab tantangan zaman.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNM. Tim PKM terdiri atas Sopian Tamrin, S.Pd., M.Pd., selaku ketua, bersama anggota Arisnawawi, S.Sos., M.Si., dan Reni Alfiyah, M.Pd.
Melalui Sekolah Kepemimpinan Perempuan ini, para peserta diharapkan memperoleh wawasan, motivasi, dan keterampilan kepemimpinan yang dapat mendorong lahirnya generasi perempuan muda yang berkapasitas, berdaya saing, serta mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Bone.
Sementara itu, Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M, mengapresiasi kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat.
"Penguatan kapasitas perempuan merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah. Kami menyambut baik inisiatif FIS-H UNM yang menghadirkan ruang belajar seperti ini karena akan melahirkan perempuan-perempuan muda yang memiliki keberanian, kapasitas kepemimpinan, dan kepedulian terhadap masyarakat," ucapnya.
Perwakilan TBM Sulekka, Andi Geerhand, S.Pd., M.Pd., mengatakan kolaborasi dengan FIS-H UNM menjadi langkah strategis dalam membangun ruang belajar yang inklusif bagi generasi muda.
"Kami percaya bahwa perempuan muda memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang kepemimpinan, tetapi juga ruang untuk berdiskusi, membangun jejaring, serta memperkuat kepercayaan diri dalam mengambil peran di tengah masyarakat," kata Andi Geerhand.
Ketua Tim PKM FIS-H UNM, Sopian Tamrin, S.Pd., M.Pd., menjelaskan Sekolah Kepemimpinan Perempuan dirancang sebagai media edukasi yang memadukan perspektif akademik, pengalaman praktis, dan nilai-nilai budaya Bugis.
"Kami ingin membangun pemahaman bahwa kepemimpinan bukan sekadar soal jabatan, tetapi tentang kemampuan memberi pengaruh positif, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, dan mampu menghadirkan solusi bagi lingkungan sekitar. Nilai-nilai budaya Bugis seperti sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge menjadi modal sosial yang sangat relevan untuk membangun karakter pemimpin perempuan," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., menegaskan nilai-nilai luhur budaya Bugis seperti sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge harus terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
Hal itu disampaikan Wabup AAP saat membuka Sekolah Kebangsaan Berbasis Lokalitas Budaya Bugis yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) PNBP FIS-H Tahun 2026 di Bunir Cafe, Jl Jend Sudirman, Sabtu (11/7/2026).
"Kabupaten Bone memiliki warisan budaya Bugis yang kaya akan nilai-nilai luhur seperti sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge. Nilai-nilai tersebut menjadi modal sosial yang sangat penting dalam memperkuat persatuan, toleransi, serta karakter kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat," ucapnya.
Menurutnya, penguatan wawasan kebangsaan tidak cukup hanya melalui teori, tetapi juga harus berpijak pada kearifan lokal yang telah diwariskan para leluhur. Di tengah derasnya arus globalisasi, generasi muda dituntut mampu menjaga identitas budaya tanpa kehilangan semangat kebangsaan.
Karena itu, ia mengapresiasi inisiatif LPPM UNM yang menghadirkan ruang belajar bagi pemuda lintas komunitas melalui program bertema "Sekolah Kebangsaan Berbasis Lokalitas Budaya Bugis pada Pemuda Lintas Komunitas di Kabupaten Bone."
Wakil Bupati Bone berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami akar budayanya, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang kuat serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
"Budaya Bugis memiliki nilai-nilai yang tetap relevan dengan perkembangan zaman. Jika terus dijaga dan diamalkan, nilai-nilai itu akan menjadi fondasi dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas dan cinta tanah air," harapnya.
Sementara itu, kegiatan ini menghadirkan peserta dari berbagai komunitas kepemudaan, akademisi, dan unsur masyarakat di Kabupaten Bone. Mereka mengikuti diskusi serta pemaparan materi mengenai penguatan karakter kebangsaan yang berbasis nilai-nilai budaya Bugis.
Turut hadir Ketua Tim PKM FIS-H UNM Dr. Najamuddin, M.Hum., pihak mitra PKM LSM Sulekka Andi Geerhand, S.Pd., M.Pd., serta akademisi dan budayawan Dr. Andi Singkeru Rukka, S.H., M.H.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat, program tersebut diharapkan mampu memperkuat semangat kebangsaan sekaligus menjaga kelestarian budaya Bugis sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Bone.(*)



