GORONTALO,KLIKWARTA.ID —- Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone, Hj. Maryam Andi Asman, menghadiri pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang berlangsung di Gelanggang Olahraga David Tony, Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).
Kehadiran keduanya menjadi representasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bone terhadap kemajuan petani dan nelayan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah sekaligus penopang ketahanan pangan nasional.
Riuh penuh semangat puluhan ribu petani dan nelayan dari berbagai penjuru Indonesia menyatu di momentum perhelatan akbar yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah memperkuat masa depan sektor pertanian dan perikanan nasional.
PENAS Petani Nelayan XVII merupakan ajang nasional yang mempertemukan petani, nelayan, pelaku usaha, penyuluh, serta pemangku kepentingan sektor pertanian dan perikanan dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi, pertukaran pengetahuan, serta penguatan kolaborasi dalam mendukung pembangunan sektor pangan nasional.
Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Laksamana TNI (Purn.) Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A, Anggota DPR RI, sejumlah wakil menteri, Kepala Badan Karantina Indonesia, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Gorontalo, para gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wali kota beserta wakilnya dari seluruh Indonesia, jajaran Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta puluhan ribu petani dan nelayan dari berbagai daerah.
Suasana pembukaan berlangsung meriah dan penuh optimisme. Ribuan peserta yang berasal dari berbagai daerah hadir membawa semangat yang sama: membangun sektor pertanian dan perikanan yang semakin tangguh menghadapi tantangan zaman. Berbagai inovasi, teknologi, dan pengalaman lapangan menjadi bagian penting yang akan dibagikan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Bagi Kabupaten Bone, keikutsertaan dalam PENAS XVII bukan sekadar menghadiri agenda nasional. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang strategis untuk memperluas jejaring, memperkuat kolaborasi antardaerah, serta menyerap berbagai inovasi yang dapat diterapkan dalam pembangunan sektor pertanian dan perikanan di daerah.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa petani dan nelayan memiliki peran sentral dalam menjaga stabilitas pangan bangsa. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan kebijakan dan program yang mendukung peningkatan produktivitas, kesejahteraan, serta daya saing para pelaku sektor pertanian dan perikanan.
“Kita berharap forum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus melahirkan kebijakan untuk perbaikan kesejahteraan petani dan nelayan,” tegasnya.
Kehadiran Pemerintah Kabupaten Bone dalam ajang nasional ini juga menjadi simbol komitmen untuk terus bergerak bersama para petani dan nelayan dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan.
“Di tengah tantangan perubahan iklim, dinamika pasar, dan kebutuhan pangan yang terus meningkat, kolaborasi menjadi kunci utama dalam menciptakan ketahanan pangan yang kuat dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan perikanan sebagai pilar penting ketahanan pangan nasional” jelas BupAAS.
Selain itu, partisipasi Kabupaten Bone pada PENAS XVII diharapkan dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi antardaerah dalam mendorong terwujudnya sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kapasitas serta kesejahteraan petani dan nelayan.
PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 juga menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan antarpelaku sektor pertanian dan perikanan, sekaligus memperkuat peran petani dan nelayan dalam mendukung program pembangunan nasional di bidang pangan dan ekonomi kerakyatan.
Melalui PENAS XVII Tahun 2026 di Gorontalo, semangat gotong royong dan kebersamaan kembali diteguhkan. Dari Gorontalo, pesan tentang pentingnya memperkuat sektor pertanian dan perikanan menggema ke seluruh penjuru negeri, termasuk ke Kabupaten Bone, yang terus berkomitmen menjadikan petani dan nelayan sebagai garda terdepan pembangunan daerah dan ketahanan pangan Indonesia. (*/rls)
















