-->

Tindak lanjut Penugasan Badan Pangan Nasional RI. Pemkab Bone Salurkan Bantuan Pangan, Sasar 70.445 Penerima

BONE,KLIKWARTA.ID —- Pemerintah Kabupaten Bone menyalurkan bantuan pangan nasional sebanyak 70.445 warga dengan total distribusi mencapai 1.408.900 kilogram beras dan 281.780 liter minyak goreng. 

Penyaluran tersebut ditandai dengan pelepasan armada logistik oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M di Halaman Rumah Jabatan Bupati, Jl Petta Ponggawae, Jumat, (1/5/2026).


Dalam kesempatan tersebut turut hadir Kepala OPD Bone, para Camat, serta Lurah.

Pada, kegiatan ini mengusung tema “Bantuan pangan tepat sasaran, Keluarga Sejahtera Indonesia Kuat”.

Program bantuan pangan ini merupakan tindak lanjut dari penugasan Badan Pangan Nasional Republik Indonesia yang menginstruksikan penyaluran cadangan pangan pemerintah ke seluruh daerah, termasuk Kabupaten Bone.

Dalam sambutan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau.

“Pelepasan ini adalah simbol bahwa negara hadir di tengah masyarakat, terutama dalam menjaga ketahanan pangan,” tegasnya.

Ia berharap bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran. “Alhamdulillah, bantuan hari ini kita harapkan sampai kepada masyarakat yang berhak,” harapnya.

Mantan Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura ini juga menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat serapan pangan di daerah. Ia juga menegaskan agar penyaluran bantuan tidak keluar dari petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan.

“Saya tegaskan bantuan ini harus diberikan kepada yang benar-benar membutuhkan, bukan karena kepentingan tertentu. Jangan sampai ada oknum yang menyalahgunakan bantuan ini,” tegasnya lagi.

Bupati Bone juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal proses distribusi melalui verifikasi dan validasi data secara berkelanjutan agar bantuan tepat sasaran dan tidak diintervensi pihak berkepentingan.


Selain penyaluran bantuan, pemerintah juga menghadirkan program pendukung berupa alat peraga rak beras dalam program pangan murah yang akan didistribusikan ke 27 kecamatan.

Rak tersebut nantinya ditempatkan di kios pangan desa yang dikelola bersama unsur tripika untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Kita ingin masyarakat lebih mudah mengakses beras dan minyak dengan harga yang stabil melalui kios-kios yang sudah aktif di desa. Rak ini akan ditempatkan di setiap desa melalui kios pangan, sehingga distribusi beras, minyak, dan gula dapat tepat sasaran serta mudah dijangkau masyarakat,” lanjutnya lagi.

Lebih lanjut, Bupati menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone saat ini mencapai 6,3 persen. Ia mendorong agar setiap program bantuan dari pemerintah pusat diiringi dengan penguatan ekonomi berbasis lokal, mulai dari tenaga kerja hingga pemanfaatan pangan lokal.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur dalam menjaga ketahanan pangan, mengingat Bone merupakan salah satu daerah penghasil gabah terbesar di Indonesia. “Jangan sampai kita kuat di produksi, tetapi tidak didukung dengan fasilitas penyimpanan yang memadai,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bone Andi Zainal Wahyudi mengungkapkan didistribusikan ke 27 kecamatan untuk bantuan periode Februari-Maret 2026.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Perum Bulog Cabang Bone, Andi Iskandar Zulkanaeng, menjelaskan jumlah bantuan yang disalurkan cukup besar. Sebanyak 70.445 penerima akan mendapatkan paket berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

“Total distribusi mencapai 1.408.900 kilogram beras dan 281.780 liter minyak goreng. Ini menunjukkan besarnya intervensi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan,” ungkapnya,” jelasnya.

Selain penyaluran bantuan, pemerintah daerah juga meluncurkan inovasi berupa “Kios Pangan BerAmal, di setiap desa. Fasilitas ini berupa rak pangan yang ditempatkan di kios Tripika dan Tripides, guna memudahkan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Kepala Perum Bulog Bone.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi upaya menghubungkan program bantuan sosial dengan penguatan ekonomi lokal agar distribusi pangan lebih dekat dan berkelanjutan.

Ia juga mengimbau masyarakat penerima manfaat agar menggunakan bantuan tersebut secara bijak untuk kebutuhan keluarga. Pihaknya turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bone atas dukungan dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas komitmen Pemkab Bone di bawah kepemimpinan Bupati Bone dalam membantu kami menjalankan program ini,” ucapnya.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah akan membangun dua gudang penyimpanan besar dengan nilai anggaran mencapai Rp9,5 miliar. Pembangunan ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok, menjaga kualitas hasil panen, serta mengantisipasi fluktuasi harga.

Penyaluran bantuan pangan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam membangun sistem pangan yang tangguh, merata, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara jangka panjang di Kabupaten Bone. (*)

Komentar

Berita Terkini