-->

Hilirisasi Ayam Terintegrasi. Bupati Bone Hadiri Pertemuan Bersama Kementan RI, Bone Bakal Jadi Pusat Pengembangan Sapi Perah


MAKASSAR,KLIKWARTA.ID — Dalam rangka implementasi program budidaya ayam petelur dan ayam pedaging Tahun 2026. Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., menghadiri rapat pengembangan ekosistem hilirisasi ayam terintegrasi yang berlangsung di Hotel Four Points Makassar, Jl Andi Djemma, Kamis, (28/06/2026)


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Direktur PT Berdikari. 

Kehadiran Bupati Bone didampingi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Inspektur Daerah, serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone


Dalam forum yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan sektor peternakan tersebut.

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyampaikan apresiasi atas hadirnya sejumlah investasi dan pembangunan hilirisasi peternakan ayam terintegrasi di Kabupaten Bone.

“Terima kasih atas kesempatan ini, saya merasa terhormat karena adanya beberapa pembangunan hilirisasi ayam terintegrasi yang sedang dibangun,” ucapnya.

Menurutnya, pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya peternak lokal.

“Tidak hanya fokus pada pengembangan hilirisasi ayam, Pemerintah Kabupaten Bone juga tengah mempersiapkan pembangunan peternakan sapi perah terintegrasi yang mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari hulu hingga hilir,” jelas mantan Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Bone 

Lebih lanjut ia juga menambahkan program tersebut dirancang sebagai model pengembangan peternakan modern yang mampu mengintegrasikan sektor produksi, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran dalam satu ekosistem berkelanjutan.

Bupati Bone menegaskan bahwa potensi peternakan di daerahnya sangat besar. Bahkan, terdapat satu wilayah di Kabupaten Bone yang jumlah ternaknya disebut lebih banyak dibanding jumlah penduduknya.

“Di Bone ada satu wilayah yang memiliki ternak lebih banyak dari penduduknya sehingga saya yakin dan percaya, Kabupaten Bone ke depan akan menjadi contoh dan pilot project hilirisasi terintegrasi peternakan,” tegasnya.

Optimisme tersebut dinilai bukan tanpa alasan. Kabupaten Bone selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi peternakan terbesar di Sulawesi Selatan. Dengan dukungan pemerintah pusat serta kolaborasi berbagai pihak, Bone dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan peternakan modern berbasis hilirisasi.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan sektor swasta, diharapkan pengembangan hilirisasi peternakan di Kabupaten Bone dapat menjadi penggerak ekonomi baru sekaligus membuka lapangan kerja dan meningkatkan daya saing sektor peternakan nasional. 

Sekedar diketahui, Kabupaten Bone bakal menjadi salah satu pusat pengembangan peternakan sapi perah di Sulawesi Selatan. 

Hal itu disampaikan dalam kegiatan diskusi yang dihadiri Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, di sela-sela Diskusi Ekosistem Hilirisasi Ayam Terintegrasi

Kabupaten Bone disebut akan mendapatkan bantuan sebanyak 600 ekor sapi perah dengan nilai mencapai Rp150 miliar. Bantuan itu diharapkan mampu mendukung pengembangan sektor peternakan sekaligus memenuhi kebutuhan susu bagi masyarakat, khususnya anak-anak di daerah.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, mengatakan pihaknya diminta menyiapkan kesiapan daerah sebagai kabupaten penerima pengembangan peternakan sapi perah.

“Kami diminta kesiapan sebagai kabupaten yang siap menerima pengembangan peternakan sapi perah untuk kebutuhan susu putra-putri kita. Tentu kami sangat siap menyambut dan menerima bersama masyarakat,” katanya.

Menurut mantan Camat Barebbo ini menambahkan, pengembangan 600 ekor sapi perah tersebut membutuhkan dukungan lahan pakan seluas sekitar 60 hektare yang nantinya akan dikerjasamakan dengan para petani setempat. Hal ini sebagai bagian dari kerja sama terpadu antara sektor peternakan dan pertanian.

Skema itu dinilai dapat menghadirkan dampak ekonomi yang luas. Tidak hanya peternak yang terlibat, tetapi juga petani pakan ternak, pelaku distribusi, hingga tenaga kerja di sektor pengolahan hasil susu.

Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan lapangan kerja di daerah, program ini dinilai membuka peluang baru bagi masyarakat Bone, terutama generasi muda di sektor agribisnis modern.

“Harapannya tentu bisa membuka lapangan kerja, mulai dari tenaga kerja tingkat rendah hingga tenaga kerja dengan keahlian tinggi,” harapnya.

Lebih jauh, pengembangan sapi perah ini diproyeksikan menjadi bagian dari penguatan hilirisasi peternakan di Kabupaten Bone. Jika berjalan sesuai rencana, Bone bukan hanya menjadi daerah penghasil ternak, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis agribisnis dan peternakan terpadu di Sulawesi Selatan.

Di balik angka 600 ekor sapi perah dan investasi ratusan miliar rupiah itu, tersimpan harapan besar: menghadirkan kesejahteraan baru bagi masyarakat desa, memperkuat ketahanan pangan, serta memastikan anak-anak di daerah mendapatkan akses gizi yang lebih baik di masa depan. (*)

#bupatibone #andiasmansulaiman #bonebakaljadipusatpengembangansapiperah #bonekecipratbantuan #600ekorsapi #bone #sulsel

Komentar

Berita Terkini