Dalam kunjungan tersebut dirangkaikan dengan tasyakuran Klinik Pratama Marennu Deceng BNNK Bone sekaligus momentum purnabakti Kasubag Umum BNNK Bone, Drs. Andi Sadikin.
Kehadiran Bupati Bone disambut langsung Kepala BNNK Bone, AKBP H. Risman Sani, S.Ag., bersama jajarannnya.
Kepala BNpNK Bone, AKBP H Risman Sani mengatakan bahwa Klinik Pratama Marennu Deceng yang dibangun pada 2023 tersebut difokuskan untuk layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba.
Menurutnya, hingga tahun ini, layanan rehabilitasi rawat jalan telah menjangkau kurang lebih 200 orang. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen BNNK Bone dalam memberikan penanganan yang cepat dan tepat bagi masyarakat yang membutuhkan pemulihan
“Kami akan terus memaksimalkan fasilitas ini agar proses rehabilitasi berjalan optimal sehingga para penyalahguna bisa segera pulih dan kembali ke tengah masyarakat. Terima kasih atas kunjungan dan dukungan bapak Bupati Bone,” jelas Risman.
Sementara itu, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Drs. Andi Sadikin atas pengabdiannya selama bertugas di BNNK Bone.
“Selamat memasuki masa purnabakti kepada Bapak Andi Sadikin. Nilai-nilai baik dan dedikasi yang telah ditunjukkan selama ini kiranya dapat menjadi teladan bagi seluruh jajaran,” ucapnya.
Lebih lanjut, BupatiAAS juga menegaskan tingkat kepercayaannya terhadap kinerja BNN yang dinilainya sangat tinggi dalam upaya menutup ruang peredaran narkoba di daerah.
“Tingkat kepercayaan saya kepada BNN di atas 90 persen. Karena itu, saya minta kerja sama ini terus diperkuat untuk benar-benar menutup pintu peredaran narkoba di Kabupaten Bone,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan rencana kebijakan strategis yang akan diterapkan di lingkup Pemerintah Kabupaten Bone, yakni pemberlakuan rekomendasi bebas narkoba bagi seluruh pegawai, baik ASN, PPPK, maupun PJLP.
“Kita akan buat regulasi bahwa seluruh pegawai Pemkab Bone wajib bebas narkoba. Ini akan menjadi syarat dalam berbagai aspek, mulai dari pernikahan, kenaikan pangkat, mutasi, promosi jabatan, hingga fasilitas lainnya. Ini langkah konkret agar birokrasi kita benar-benar steril dari narkoba,” ungkapnya lagi.
Selain itu, Bupati Bone juga mendorong BNNK Bone untuk lebih proaktif dalam melakukan pencegahan, tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga aktif turun langsung ke lapangan menjemput bola melalui sosialisasi dan edukasi.
Ia bahkan akan menggelar inspeksi mendadak (sidak) secara menyeluruh di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memastikan tidak ada penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintahan.
“Kita tidak boleh lengah. Saya minta BNNK Bone menjemput bola, lakukan sosialisasi, dan bersama-sama kita lakukan sidak di seluruh OPD, yang waktunya belum kita tentukan. kita sidak, tutup pintu dan periksa langsung. Pastikan tidak ada ruang bagi narkoba di Kabupaten Bone,” pungkasnya. (*/rls)


