-->

Melalui Aplikasi WhatsApp. OTK Catut Nama dan Foto Bupati Bone, Waspada Penipuan!

BONE, KLIKWARTA.ID-- Di tengah kemudahan komunikasi digital yang semakin berkembang, ancaman penipuan dengan berbagai modus juga ikut meningkat. Kali ini, nama Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.

Modus yang digunakan terbilang meyakinkan. Pelaku memakai foto profil yang menampilkan sosok Bupati Bone dengan pakaian PDH kepala daerah berwarna putih, sehingga sekilas terlihat seperti akun resmi. Dengan identitas palsu itu, oknum mencoba menghubungi sejumlah pihak dan mengatasnamakan kepala daerah.

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mengimbau kepada masyarakat untuk waspada berbagai modus penipuan. Pasalnya, terbaru oknum tidak dikenal (OTK) mencatut nama dan fotonya di media sosial WhatsApp.

Dalam akun tersebut, OTK dengan nomor +6285199059203 mencatut nama dan foto profile Bupati Bone Andi Asman Sulaiman di WhatsApp. OTK menampilkan foto sosok Bupati Bone dengan pakaian PDH kepala daerah berwarna putih.

“Apabila menerima pesan seperti pada gambar, mohon untuk diabaikan. Pesan tersebut merupakan modus penipuan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab ,”demikian pesan Bupati dalam flyer, Rabu (18/2/2026).

Menyikapi hal tersebut, Bupati Bone secara tegas mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap nomor yang tidak dikenal, terlebih jika mengaku sebagai dirinya atau pejabat pemerintah lainnya.

“Saya meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya jika ada nomor yang tidak dikenal, apalagi mengatasnamakan diri saya. Itu adalah oknum yang melakukan penipuan. Jangan dilayani karena itu jelas penipuan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Bone Anwar juga mengimbau masyarakat agar selalu mewaspadai segala potensi penipuan. Sebab saat ini banyak modus penipuan dengan mencatut nama dan foto pejabat di media sosial.

Fenomena pencatutan identitas pejabat bukan hal baru. Biasanya, pelaku memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap figur publik untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Dengan teknologi yang semakin canggih, foto profil dan identitas bisa disalin dengan mudah sehingga tampak seolah-olah resmi.

"Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi sebelum merespons pesan yang mencurigakan. Salah satu langkah sederhana adalah mengecek kembali nomor yang menghubungi serta tidak mudah memberikan data pribadi maupun informasi penting," imbuhnya.

Di balik peringatan ini, terselip pesan penting bahwa kewaspadaan menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai bentuk penipuan digital. Pemerintah daerah pun berharap masyarakat Bone semakin bijak dalam menggunakan media komunikasi, sehingga tidak ada lagi korban yang terjebak oleh ulah oknum tidak bertanggung jawab.

Dengan adanya klarifikasi langsung dari Bupati Bone, diharapkan masyarakat lebih tenang sekaligus lebih waspada, karena keamanan komunikasi digital bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kesadaran bersama seluruh warga.

Hingga saat berita ini dirilis, belum ada laporan adanya korban dari OTK tersebut. Belum juga diketahui siapa korban yang diincar oleh OTK pencatut nama dan foto Bupati Bone ini. (*/rls)

Komentar

Berita Terkini