BONE, KLIKWARTA.ID — Dalam rangka menghadirkan tata kelola pemerintahan profesional dan berorientasi hasil yang merupakan komitmen di masa Pemerintah beramal, dibawah kepemimpinan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM bersama Wakilnya Dr.H.Andi Akmal Pasluddin, SP., MM.
Mengawali tahun kerja 2026, Bupati Andi Asman melakukan pertemuan dan kunjungan langsung ke tujuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai hasil Evaluasi Kinerja akhir tahun 2025 belum menunjukkan capaian yang optimal.
Hal itu dilakukan evaluasi kinerja terhadap tujuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memperoleh penilaian rapor merah. Evaluasi tersebut digelar sebagai bentuk pembinaan sekaligus penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam meningkatkan kinerja pelayanan publik.
Dalam kunjungan evaluatif tersebut dimulai dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bone, lalu dilanjutkan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan.
Kemudian berakhir di Kompleks Dinas BMCKTR Bone, di sini hadir empat OPD sekaligus, yakni Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Pariwisata, dan Dinas Perdagangan Kabupaten Bone.
Kunjungan pertamanya berlangsung di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Bone, Jalan Wahidin Sudirohusodo, Jumat (9/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati Bone menekankan pentingnya tanggung jawab, disiplin, serta peningkatan kinerja aparatur dalam menjalankan program dan pelayanan kepada masyarakat.
“Evaluasi ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memperbaiki kinerja OPD agar lebih optimal dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” tegas Bupati Andi Asman.
Dalam kesempatan turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bone, Ir. Angkasa, Kepala BKPSDM Edy Saputra Syam, serta Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bone, A. Syamsul Musrya. Kehadiran para pimpinan OPD ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja perangkat daerah.
Mantan Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura ini berharap hasil evaluasi ini dapat menjadi bahan refleksi bagi OPD yang mendapatkan rapor merah agar segera melakukan pembenahan, baik dari sisi manajerial, program kerja, maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Ke depan, saya ingin seluruh OPD bekerja lebih serius, terukur, dan berorientasi pada hasil,” tegasnya.
Evaluasi kinerja OPD tersebut direncanakan akan dilakukan secara berkelanjutan sebagai langkah pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan pemerintahan di Kabupaten Bone.
Di lokasi selanjutnya yakni Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR). Dalam arahannya, Bupati Bone berbicara lugas dan tegas. Ia menyoroti sejumlah capaian kinerja yang dinilai masih jauh dari harapan, khususnya pada Dinas BMCKTR.
“Hasil evaluasi capaian kinerja BMCKTR masih banyak yang kurang. Bantuan keuangan lintas tahun sampai hari ini belum tuntas. Paling lambat tanggal 13 Februari 2026 harus sudah diselesaikan,” tegas Bupati Bone, H.Andi Asman Sulaiman.
Ia juga menekankan pentingnya manajemen kerja yang terukur dan terjadwal. Menurutnya, setiap pekerjaan harus memiliki waktu dan skema kerja yang jelas agar tidak berlarut-larut dan merugikan pelayanan publik.
Sementara itu, di Dinas Pariwisata, Bupati Bone mengakui adanya pergerakan Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun ia meminta agar kinerja tersebut terus dipacu.
“PAD sudah mulai mobile, tapi harus dipacu lagi. Karena itu saya beri kesempatan kepada kepala dinasnya untuk membuktikan kinerja,” ungkapnya.
Tak hanya itu, peringatan keras juga disampaikan kepada OPD dan pejabat yang dinilai tidak menunjukkan etos kerja.
“OPD yang tidak mau bekerja kita evaluasi kembali. Kabid yang tidak mau bekerja juga kita evaluasi kembali,” tegas Bupati dengan nada serius.
Sementara di Penataan izin mendirikan bangunan (IMB) turut menjadi perhatian. Bupati menilai masih banyak pembangunan di desa yang tidak tertib dan dilakukan tanpa prosedur yang benar. Ia meminta dilakukan penyisiran secara menyeluruh melalui kerja sama antara OPD teknis dengan pemerintah desa dan kelurahan.
Khusus kepada Dinas Perdagangan, Bupati memberikan tenggat waktu evaluasi selama enam bulan ke depan. “Saya beri kesempatan enam bulan. Setelah itu kita evaluasi kembali,” tegasnya.
Untuk OPD pengampu PAD, Bupati memerintahkan dilakukan uji petik selama dua minggu, sebelum dilakukan penguatan dan optimalisasi pendapatan daerah secara berkelanjutan.
Dalam penutup arahannya, Bupati Bone kembali menegaskan bahwa promosi dan jenjang karier tidak ditentukan oleh latar belakang, melainkan oleh kinerja dan prestasi.
“Pejabat fungsional dan Kabid kalau berprestasi akan saya promosikan. Sudah banyak yang pensiun. Kerja sesuai target, tidak perlu aneh-aneh. Lakukan kerja maksimal sesuai visi dan misi kita,” ucapnya.
Bupati Bone juga meminta evaluasi dilakukan secara rutin dengan laporan mingguan, sembari mengajak seluruh jajaran bekerja dengan tenang, sungguh-sungguh, dan berorientasi pelayanan.
“Kita mau bekerja untuk masyarakat. Kuncinya bekerja, bukan jadi superhero sendiri, tapi jadi super tim,” pintanya
Langkah turun langsung ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan BerAmal serius melakukan pembenahan internal demi mewujudkan Bone yang lebih baik dan berdaya saing. (*/rls)





