BONE, KLIKWARTA.ID --- Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. mendampingi Gubernur Sulawesi Selatan H. Andi Sudirman Sulaiman, S.T. dalam kegiatan Ground Breaking, rekonstruksi jalan provinsi melalui Paket 5 skema Multiyears Contract (MYC) Tahun 2025–2027, sebuah proyek strategis dengan total anggaran lebih dari Rp383 miliar dan masa pelaksanaan 719 hari kalender.
Pembangunan Jalan Poros Tanabatue–Sanrego–Palattae KM 17, yang berlokasi di Dusun Tompong Patu, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Kamis, (15/01/2026).
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Sulsel selain hadir bersama Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, juga nampak hadir Bupati Soppeng, Wakil Bupati Pangkep, serta Pj. Sekda Barru, dan disaksikan para Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Tim Supervisi dan Sinkronisasi Pengendalian Program dan Kegiatan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kuasa KSO Nindya–Amal–Indec, Kuasa KSO PT Jaya Construction Management, unsur Perangkat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sulsel, Anggota DPRD Bone, Camat Kahu, Para Kepala Desa serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan ini menandai dimulainya pembangunan infrastruktur strategis yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Bone dan kabupaten sekitarnya.
Ground breaking ini menjadi simbol dimulainya pengerjaan infrastruktur jalan yang selama bertahun-tahun dinantikan masyarakat.
Paket pekerjaan ini mencakup penanganan dan preservasi jalan pada sejumlah ruas vital yang menghubungkan Kabupaten Bone, Soppeng, Pangkep, dan Barru, dengan total panjang penanganan mencapai ±218,75 kilometer.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan bahwa pembangunan ruas jalan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menghadirkan infrastruktur berkualitas yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan memberikan manfaat jangka panjang serta peningkatan kualitas infrastruktur jalan ini dapat memperlancar konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan mobilitas masyarakat di Kabupaten Bone dan sekitarnya
Lebih lanjut, Andi Sudirman Sulaiman juga menjelaskan, proyek tersebut mencakup pengaspalan ruas Tanabatue-Palattae, termasuk jalur perbatasan Bone-Soppeng, Bone-Pangkep, dan Bone-Barru. Total panjang jalan yang ditangani mencapai sekitar 200 kilometer.
"Jalan-jalan ini bukan sekadar jalur transportasi, tetapi urat nadi ekonomi, pertanian, dan konektivitas antarwilayah. Hari Ini Terjawab Sudah, kita melaksanakan ground breaking untuk pengaspalan ruas Tanabatue-Palattae, termasuk perbatasan Bone-Soppeng, Bone-Pangkep, dan Bone-Barru. Totalnya sekitar 200 kilometer dengan nilai anggaran Paket 5 sebesar lebih dari Rp380 miliar,” jelas Andi Sudirman.
Ia juga menambahkan bahwa proyek ini adalah buah dari sinergi dan perjuangan bersama. “Kegiatan ini tidak lepas dari perjuangan anggota DPRD dari Bone. Mereka mensupport penuh sehingga proyek multiyears ini bisa dilaksanakan,” tambahnya lagi.
Menurutnya, ruas-ruas jalan yang ditangani merupakan “jalan perjuangan” masyarakat. “Kerjakan dengan baik. Soal pembayaran, saya yang bertanggung jawab. Proyek ini mencakup hampir 200 kilometer jalan,” lanjutnya.
Ia juga memaparkan capaian dan keberanian fiskal Pemprov Sulsel. “DBH tahun kemarin sudah dibayar penuh, JKN juga sudah kita selesaikan. Total Rp2,5 triliun kita alokasikan untuk infrastruktur jalan yang terbesar sepanjang sejarah Sulsel. Panjang penanganan mencapai 1.000 kilometer. Ini adalah kerja bersama kita semua,” paparnya.
Tak hanya jalan, proyek ini juga berdampak langsung pada sektor pertanian. “Sebanyak 54 ribu hektare sawah akan kita dukung dengan irigasi. Artinya, masyarakat akan punya penghasilan. Semua pekerjaan harus menggunakan standar, sudah saatnya kita naik kelas,” ungkapnya lagi.
Sementara itu, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas perhatian dan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bone.
Ia menilai program strategis Pemerintah Provinsi ini sangat dibutuhkan masyarakat dan akan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, keberadaan jalan poros ini akan menjadi akses vital bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pertanian, perdagangan, dan aktivitas sosial ekonomi lainnya.
Bupati Andi Asman tak menyembunyikan rasa haru dan bangganya. “Dari sekian lama kita menunggu, hari ini terjawab sudah. Terima kasih Bapak Gubernur yang telah menjawab harapan masyarakat. Intervensi ini sangat luar biasa, karena infrastruktur memang menjadi kebutuhan utama yang selama ini diharapkan,” ucapnya.
Mantan Camat Barebbo ini menegaskan kebanggaan masyarakat Bone memiliki Gubernur yang responsif dan peduli terhadap kebutuhan dasar rakyat.
“Kami hanya berharap, dalam pelaksanaan pekerjaan termasuk talud bisa melibatkan tenaga kerja lokal. Semoga ke depan bantuan infrastruktur terus berlanjut, baik irigasi, kesehatan, maupun sektor lainnya,” harapnya.
Di Kabupaten Bone, ruas jalan yang ditangani antara lain:
Tanabatue – Sanrego – Palattae sepanjang 31,34 Km
Palattae – Bojo 23,43 Km
Ujung Lamuru – Palattae 44,22 Km
Ujung Lamuru – Batas Soppeng 19,63 Km
Batas Soppeng – Takalalla 11,18 Km
Bakunge – Solo – Sampie 9,1 Km
Sementara ruas lintas kabupaten lainnya meliputi:
Pangkep – Tondongkura – Batas Bone 34,1 Km
Batas Pangkep – Tondong Bua – Batas Barru 10,4 Km
Batas Bone – Bacuapie – Balangbaru 9,55 Km
Batas Barru – Parigi 25,8 Km
Sekadar diketahui, proyek preservasi jalan ini bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi fungsional jalan agar tetap mantap, aman, dan nyaman. Lingkup pekerjaan mencakup:
Rekonstruksi jalan pada ruas yang mengalami kerusakan struktural, Pemeliharaan berkala untuk memperbaiki kerusakan fungsional, dan Penanganan rutin guna mencegah kerusakan lanjutan.
Dengan dimulainya ground breaking ini, harapan baru pun tumbuh. Jalan-jalan yang dulu rusak dan terputus kini bersiap menjadi penghubung kesejahteraan, membuka akses ekonomi, memperlancar distribusi hasil pertanian, dan mempercepat pembangunan kawasan.
Di Desa Tompong Patu, bukan hanya proyek yang dimulai tetapi juga kepercayaan masyarakat bahwa jalan perjuangan mereka akhirnya benar-benar dibangun.
Pemerintah Kabupaten Bone berharap pembangunan Jalan Poros Tanabatue–Sanrego–Palattae ini dapat berjalan lancar dan menjadi salah satu penggerak utama peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan daerah. (*/rls)














