BONE, KLIKWARTA.ID — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan, Rabu (1/10/2025).
Dalam kunjungannya tersebut, Ia bersama rombongan memanfaatkan momentum penerbangan perdana rute Makassar-Bone dengan Pesawat ATR 72-500 milik Fly Jaya. Saat lepas landas dari Bandara Sultan Hasanuddin, Maros, dan mendarat di Bandara Arung Palakka Bone, sekira pukul 16.00 Wita.
Kedatangan Menteri Agama ini disambut hangat oleh Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM, bersama Penjabat Sekretaris Daerah Bone, H. Andi Saharuddin, S.STP., M.Si., serta sejumlah pejabat daerah yang secara simbolis menunjukkan keramahan Bumi Arung Palakka kepada tamu penting nasional.
Suasana hangat dan penuh protokol khas pejabat negara menjadi perhatian masyarakat yang menyaksikan langsung momen bersejarah penerbangan perdana tersebut.
Kunjungan Prof. Nasaruddin Umar di Bandara Arung Palakka Bone juga merupakan momen kepulangannya ke tanah kelahiran.
Menteri Agama RI kelahiran Desa Ujung, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone. Dijadwalkan akan menghadiri pembukaan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional yang pertama kali digelar di Pondok Pesantren As’adiyah Macanang, Kabupaten Wajo, salah satu pesantren terbesar dan tertua di Indonesia timur.
Ajang ini akan berlangsung selama sepekan, mulai tanggal 1 hingga 7 Oktober 2025 dengan melibatkan peserta dari berbagai pesantren di dalam maupun luar negeri. Hal ini menjadi wahana memperkuat tradisi keagamaan sekaligus memperkenalkan budaya membaca kitab klasik bagi masyarakat dan dunia internasional.
Dalam kesempatan tersebut Rombongan Menag turut juga didampingi Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulsel, Kepala Kemenag Bone, dan Staf Khusus Menteri Agama
“Selamat datang di Kabupaten Bone, Bapak Menteri Agama RI Anregurutta Prof. Nasaruddin Umar,” ucap Wakil Bupati Bone, sembari menyampaikan rasa bangga atas kehadiran tokoh nasional yang berasal dari Bone.
Kehadiran Menteri Agama di MQK Internasional dianggap sangat penting, mengingat kegiatan ini merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan para santri dan ulama dari berbagai negara.
MQK Internasional tidak hanya menjadi wadah untuk mengasah kemampuan membaca, memahami, dan mengkaji kitab kuning, tetapi juga forum memperkuat peran pesantren sebagai pusat ilmu dan peradaban Islam.
Selain menghadiri pembukaan MQK, kehadiran Menag RI juga dinilai memiliki makna simbolis bagi masyarakat Bone.
Pasalnya, Bandara Arung Palakka yang masih terbilang baru kini menjadi pintu masuk pejabat tinggi negara, sekaligus memperlihatkan potensi Bone sebagai daerah strategis di Sulawesi Selatan.
Kehadiran Menteri Agama diharapkan memberi semangat baru bagi pesantren dan lembaga pendidikan Islam di daerah ini untuk terus melahirkan generasi unggul sekaligus menegaskan dukungan pemerintah terhadap penguatan tradisi keilmuan Islam di pesantren.
Rute penerbangan Makassar-Bone yang baru dioperasikan Fly Jaya ini menjadi alternatif penting bagi mobilitas tokoh-tokoh nasional dan masyarakat Sulawesi Selatan. Kehadiran menteri melalui jalur udara ini juga menegaskan pentingnya konektivitas antardaerah untuk mendukung kegiatan keagamaan, pendidikan, dan pariwisata.
Dengan langkah kecil namun penuh makna ini, Bone semakin membuka diri menjadi pintu gerbang kegiatan nasional dan internasional, sekaligus menunjukkan potensi transportasi udara yang kini lebih mudah dijangkau masyarakat. (*/rls)

