BONE, KLIKWARTA.ID — Camat Barebbo Andi Muh Yusuf menegaskan agar seluruh Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayahnya segera mengaktifkan unit usaha dan menjalankan operasionalnya.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi percepatan pengoperasian KDKMP di Kantor Camat Barebbo, Jumat (10/10/2025).
Dalam kesempatan tersebut turut hadir yakni Kepala Desa, Lurah, Pendamping desa, Asisten Bisnis Kementerian Koperasi, dan perwakilan Bank BRI Watampone
“Kami berharap setelah pertemuan ini, semua kelengkapan administrasi segera dituntaskan. Kepala desa dan lurah bersama ketua koperasi harus aktif mengajak warga menjadi anggota,” tegasnya.
Menurut, Andi Yusuf, KDKMP merupakan implementasi program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun kemandirian ekonomi desa. Barebbo pun ditargetkan menjadi pilot project koperasi desa di Kabupaten Bone.
Ia menilai, kehadiran Asisten Bisnis Kemenkop akan mempercepat penyusunan proposal dan pengajuan permodalan ke Bank Himbara.
“Koperasi ini wadah ekonomi rakyat untuk kesejahteraan anggota. Bahkan bisa dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pemasok bahan pangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Kabupaten Pendamping Desa, Nursalim, mengatakan bahwasanya program KDKMP adalah lintas kementerian, termasuk Kementerian Desa. Berdasarkan Permendes Nomor 10 Tahun 2025, 30 persen dana desa dapat dijadikan agunan dan 20 persen keuntungan dikembalikan ke kas desa.
Dikonfirmasi terpisah, Asisten Bisnis Kemenkop, Dedi Hamzah, menambahkan, pemerintah bersama Bank Himbara telah menyiapkan anggaran Rp 3 miliar per koperasi dengan bunga rendah dan tenor hingga delapan tahun.
“Kami dampingi mulai dari pendaftaran Simkopdes, penyusunan proposal, hingga pengajuan modal. Unit usaha bisa meliputi sembako, LPG 3 kg, klinik desa, hingga simpan pinjam,” tambah Dedi.
Sementara Kepala Desa Talungeng, Andi Muh Raysidi, mengusulkan agar penyaluran pupuk subsidi dan LPG 3 kg dikelola langsung oleh koperasi. Dukungan juga datang dari Kepala Desa Kading, Muh Ashar, yang menyebut KDKMP sebagai solusi memutus mata rantai tengkulak.
“Kami siap menjalankan program ini demi kesejahteraan masyarakat desa,” ungkapnya. (*/rls)

